VISI.NEWS | SERANG — Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, tidak hanya menggenangi pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas layanan kesehatan tradisional. Puluhan pasien yang tengah menjalani pengobatan terpaksa terisolasi akibat akses keluar-masuk yang tertutup genangan air.
Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Polokiong, Desa Baros, pada Minggu (11/1), setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah itu sejak pagi hari. Air mulai memasuki area permukiman dan tempat praktik pengobatan tradisional sekitar pukul 12.00 WIB, dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
Pemilik klinik pengobatan tradisional setempat, Hendri, mengatakan terdapat sekitar 20 pasien yang masih berada di dalam klinik saat banjir terjadi dan belum dapat dievakuasi hingga siang hari.
“Banjirnya mau selutut. Jarang banjir seperti ini. Ada sekitar 20 pasien di sini sedang melakukan pengobatan dan belum dievakuasi,” ujar Hendri.
Menurutnya, para pasien kesulitan untuk keluar karena seluruh akses jalan menuju lokasi tertutup genangan air yang cukup tinggi. Hingga saat itu, belum ada bantuan ataupun evakuasi dari pihak terkait yang tiba di lokasi.
“Akses jalan tertutup air semua, pasien belum bisa keluar. Kami masih menunggu bantuan datang,” katanya.
Hendri menjelaskan, banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan yang diperparah dengan buruknya sistem drainase di wilayah tersebut. Posisi Kampung Polokiong yang lebih rendah dibandingkan kawasan Pasar Baros membuat air kiriman mengalir dan tertahan di area pemukiman.
“Penyebabnya dari intensitas hujan tinggi dan posisi kita lebih rendah, jadi air dari arah pasar turun ke sini semua lewat gorong-gorong,” jelas Hendri.
Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, banjir melanda dua titik lokasi, yakni Kampung Polokiong dan Kampung Siliwung. Dampak terparah terjadi di Kampung Polokiong RT 06/RW 01 dengan 33 rumah terendam, yang dihuni oleh 58 Kepala Keluarga atau 174 jiwa.
Selain rumah warga, banjir juga menggenangi Kantor Desa Baros. Di lokasi tersebut, tercatat enam lansia dan 24 anak-anak turut terdampak.
Sementara itu, di Kampung Siliwung RT 01/RW 05, banjir merendam satu unit rumah yang dihuni dua Kepala Keluarga atau enam jiwa.
Hingga Minggu sore, warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan evakuasi serta penanganan darurat, terutama bagi pasien dan kelompok rentan yang masih terjebak banjir. @kanaya












