VISI.NEWS | KARAWANG — Banjir yang melanda Kabupaten Karawang terus meluas dan berdampak signifikan terhadap permukiman warga. Hingga Sabtu (24/1/2026) pagi, genangan air telah merendam 20 kecamatan, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Pemerintah Kabupaten Karawang menyatakan kondisi Sungai Citarum dan Cibeet berada pada status awas, sehingga warga yang tinggal di bantaran sungai diminta segera mengungsi. Imbauan tersebut disampaikan menyusul peningkatan debit air yang terjadi sejak dini hari.
“Pada Sabtu pukul 01.20 WIB status Sungai Citarum dan Cibeet berstatus awas. Jadi semua warga yang tinggal dekat aliran sungai itu harus segera mengungsi,” ujar Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, Sabtu (24/1/2026).
Pemkab Karawang bersama unsur Forkopimda, BPBD, TNI, Polri, serta tim relawan kemanusiaan langsung melakukan evakuasi warga ke sejumlah lokasi pengungsian yang dinilai aman. Pemerintah daerah memastikan proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kelompok rentan.
“Kami memastikan seluruh masyarakat yang berada di wilayah bantaran sungai sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” kata Aep.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat, hingga Jumat malam (23/1/2026) pukul 21.00 WIB, banjir telah merendam 9.650 rumah di 58 desa dan kelurahan. Jumlah warga terdampak mencapai 10.927 kepala keluarga atau sekitar 31.601 jiwa, termasuk 969 balita, 111 bayi, dan 599 lansia. Sementara itu, 1.198 jiwa tercatat telah mengungsi di berbagai titik pengungsian.
Wilayah dengan dampak terparah berada di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, dengan ketinggian air dilaporkan hampir mencapai dua meter. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan akses transportasi terganggu.
Bupati Karawang kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Karawang untuk patuh terhadap perintah tim evakuasi. Ini harus dilakukan demi kesehatan dan keselamatan kita bersama di tengah bencana banjir yang semakin meluas,” tegas Aep.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan banjir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD, Kodim 0604, Polres Karawang, Yonif 305 Tengkorak, tim kesehatan, dan seluruh stakeholder kemanusiaan yang bekerja tanpa mengenal waktu dan lelah di lapangan,” ujarnya.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi sungai serta cuaca, sembari menyiapkan langkah lanjutan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. @kanaya