Bantuan Pengembangan Bank Sampah di Kabupaten Bandung Diduga Tidak Merata

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Menyoal kaitan pengembagan bank sampah tematik yang direalisasikan Dinas Lingkungan Hidup (LH) sebesar Rp. 33 juta untuk masing-masing desa sebanyak 273 desa se-Kabupaten Bandung, diduga masih belum merata.

Pasalnya, hasil penulusuran VISI.NEWS di lapangan Jumat (5/8/22), terdapat adanya sejumlah Pemerintah Desa (Pemdes) mengaku tidak tersentuh oleh program yang dianggarkan Dinas LH dalam setiap tahunnya tersebut.

“Bank sampah di desa kami tidak ada, begitu pun bimbingan tekhnis (Bimtek) yang katanya puncaknya di tahun 2020 kami tidak pernah tahu atau bahkan ikut, apalagi soal Rp. 33 juta, kami tidak menerima,” kata Kades Sarimahi Kecamatan Ciparay, Yusuf.

Jikalau program bank sampah di Desa Sarimahi itu ada, lanjut Kades Yusuf, hal itu dilakukan atau digerakan oleh Karang Taruna ataupun para penggiat peduli lingkungan (Masyarakat), sehingga program pengolahan sampah bisa teraplikasikan selama ini.

“Tidak ada program bank sampah yang digagas atau bahkan dibina langsung oleh Dinas LH di desa kami, apalagi soal anggaran, tidak ada, selama ini bank sampah digerakan oleh karang taruna dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan, kaitan dengan fasilitas lahan atau tempat yang disiapkan untuk program bank sampah, diakui sudah disiapkan atau sudah tersedia, namun hingga saat ini belum ter realisasi atau teraplikasikan.

“Kita sudah siap lahannya untuk dijadikan bank sampah maupun bak sampah, namun terkait program maupun anggaran tidak kami terima dari dinas terkait, hingga belum berjalan dan terealisasi,” sambungnya.

Senada dengan Kades Yusuf, Sekretaris Desa (Sekdes) Serangmekar Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Andri Fatirani mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya tidak pernah menerima anggaran atau dalam bentuk apapun kaitan dengan pengembangan bank sampah tematik 33 juta rupiah tersebut.

Baca Juga :  Peringati Hari Lalu Lintas, Kapolda Jabar Sebar 500 Paket Bansos bagi Masyarakat Kab. Bandung

“Sampai hari ini kami tidak menerima anggaran tersebut, yang ada masyarakat kami melalui karang taruna maupun warga langsung yang mengelola sampah sampah itu, mungkin di desa lain menerima, tapi di kami tidak ada,”ungkapnya.

Apa yang disampaikannya tersebut, ditegaskan Andri sesuai dengan fakta di Desa Serangmekar, oleh karena itu pihak desa berharap, agar program pengembangan bank sampah tematik Rp. 33 juta itu bisa bergulir secara merata.

“Sehingga bisa turut melakukan penanganan dan pengolahan sampah yang kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa, selama ini memang kami tidak menerima, jika menerima hari ini kita bisa lihat fisiknya di lapangan,” pungkasnya.@gus/eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

"Buruan Sae" Menginspirasi Dunia Internasional di Konferensi U-20

Jum Agu 5 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Salah satu program ketahanan pangan, Buruan Sae, jadi inspirasi peserta konferensi U-20 yang digelar di Kota Bandung, 3-4 Agustus 2022. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar. Menurutnya, upaya meningkatkan ketahanan pangan sejalan dengan isu pangan yang […]