Bantuan Stimulan Kewirausahaan untuk Mencegah Maraknya "Bank Emok"

Editor Ketua Komisi III Bidang Keuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Cucu Sugyati (tengah) dalam acara Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di RM Ponyo, Nagreg, Sabtu (21/11/2020)./visi.news/budimantara.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Maraknya rentenir berkedok bank keliling atau praktik “bank emok” yang terbukti banyak warga yang terjebak, sejatinya hal itu bisa dicegah, salah satunya dengan bantuan stimulan kewirausahaan.
Demikian dikatakan Ketua Komisi III Bidang Keuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Cucu Sugyati, dalam acara Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Rumah Makan Ponyo Nagreg Kecamatan Nagreg , Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2020).
Lebih lanjut Hj Cucu mengatakan, salah satu faktor penyebab warga berurusan dengan rentenir berkedok bank keliling karena mereka kesulitan mendapatkan akses modal usaha sehingga dipilih jalan tersebut.
Dia mengatakan jasa keuangan yang berkedok koperasi ilegal atau bank keliling tersebut dinilainya sangat meresahkan dan merugikan masyarakat yang terjerat di dalamnya.
Oleh karena itu, ia meminta ada tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Bandung untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Seolah-olah warga dihantui oleh keberadaan rentenir tersebut. Situasi seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, pemda setempat harus segera turun tangan untuk menyelesaikannya,” ujarnya.
Dia mencontohkan ada seorang warga yang meminjam satu juta, perhitungannya menjadi uang pinjaman yang diterima hanya Rp 900 ribu karena dipotong Rp 100 ribu untuk administrasi.
“Kemudian pengembaliannya ditambah bunga membengkak hingga mencapai Rp 1,5 juta. Warga menyebutnya dengan sistem bank `emok`,” ujar dia.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau warga agar tidak mudah tergiur dengan tawaran rentenir berkedok bank keliling karena ada jalan lain yaitu memanfaatkan bantuan stimulan kewirausahaan yang ada di daerah.
“Maka, saya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat akan menyosialisasikan dan memfasilitasi para wirausaha yang bernaung di GOW supaya tahu cara mendapatkan bantuan astimulan,” imbuhnya. @bud

Baca Juga :  Sukabumi Hanya Memiliki 4 SLB Pendidikan Inklusipun Terhambat

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Ospek Maba UIN Bandung Diisi Latihan Menulis Artikel Ilmiah Secara Daring

Ming Nov 22 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) Mahasiswa Baru (Maba) Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung diisi dengan latihan menulis artikel ilmiah. Acara ini digelar secara daring (online) oleh panitia dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) AFI dengan […]