Banyak Aspirasi Hasil Reses 2022, Ahmad : Peer Pemprov Jabar1

Editor Anggota DPRD Jabar Ahmad Hidayat./visi.news/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS |BANDUNG – Masa reses 2022 yang dilakukan Anggota DPRD Jabar Ahmad Hidayat disimpulkan bahwa peningkatan kesejahteraan dan ekonomi kerakyatan banyak diaspirasikan warga.

Untuj itu DPRD Jabar mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar agar lebih memprioritaskan program pemerintah yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Intinya seluruhnya adalah kita bagaimana ingat untuk masyarakat Jabar, untuk meningkatkan masyarakat sejahtera,” katanya.

Politisi Golkar Jabar ini menjelaskan banyak warga masyarakat meminta bantuan agar bisa melangsungkan berbagai kegiatan seperti sosial, usaha, dan lain sebagainya.

“Untuk itu, aspirasi warga ini diharapkan agar pemerintah bisa memberikan berbagai bantuan yang berakitan dengan kebutuhan masyarakat dilingkungan,” sambungnya.

Kemudian kaitan dengan persoalan oengangguran, banyak dikeluhkan dan ingin segera diberikan solusi, agar tingkat jumlah pengangguran menjadi berkurang.

“Pengangguran di kita banyak, masyarakat tidak berpikir jauh, yang penting perut mereka bisa terisi dan ekonomi mereka pun ada,” ungkapnya.

Dengan adanya aspirasi warga yang diperolehnya, selaku legislator di DPRD Jabar, tentunya akan menyampaikan sekaligus mendorong Pemprov Jabar untuk mampu merealisasikan aspirasi masyarakat tersebut.

“Tugas dewan kan mengawasi dan mendorong. Ini lho rakyat Jawa Barat butuh ini itu, apa yang dirasakan rakyat mari kita bekerja bareng untuk masyarakat, kalau istilah Pak Gubernur mah ngabret (ngebut),” pungkasnya. @eko

Baca Juga :  Kang DS Realisasikan Program Kerjanya, Sungai Cikeruh akan Dikeruk

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Belajar It Sambil Jaga Warnet, Anak Pedagang Kerupuk ini Sabet Beasiswa SEMESTA

Rab Agu 10 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Islam Nurul Yaqin, remaja asal Tasikmalaya Jawa Barat yang kerap disapa Islam ini, sebelumnya mengaku sudah tak berharap untuk bisa kuliah seperti teman-temannya. Biaya kuliah yang tinggi membuat Islam yakin bahwa ia tak ingin membebani Iyun, sang ayah, yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang kerupuk keliling. […]