Banyak Masyarakat Tidak Paham Pentingnya Rahasia di Fasilitas Mobil Banking

Editor Kepala OJK Solo, Eko Junianto, menjelaskan outlook industri jasa keuangan dalam pertemuan tahunan dengan wartawan./visi.news/tok suwarto.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Junianto, memandang perlu sosialisasi tentang perlindungan konsumen industri jasa keuangan menyusul terjadinya kasus pembobolan rekening bank melalui transaksi digital banking atau mobil banking menggunakan pesawat handphone (HP).

Pandangan tersebut berdasarkan realitas di masyarakat banyak yang tidak memahami pentingnya kerahasiaan yang terkait dengan fasilitas mobil banking atau SMS banking.

“Perkembangan industri jasa keuangan yang terkait dengan digital banking tidak terelakkan lagi. Hal itu perlu sosialisasi, termasuk perlindungan konsumen industri jasa keuangan karena di masyarakat kita banyak yang tidak memahami pentingnya kerahasiaan yang terkait dengan fasilitas mobil banking atau SMS banking tersebut,” ujar Eko Junianto, dalam pertemuan tahunan antara OJK dengan wartawan, Selasa (8/11/2020).

Kepala OJK Solo itu, mengungkapkan, selama ini banyak di antara masyarakat yang berbelanja dengan mengisi data, seperti nama, nomor HP dan terkadang tanggal lahir yang sebenarnya merupakan data pribadi.

Apalagi, kata Eko, kalau dalam memberikan data itu sampai ada yang memberitahukan nama ibu kandung.

“Kalau ada telepon yang mengaku dari perbankan, yang ditanyakan pasti nama ibu kandung. Dalam era digitalisasi perbankan, kita bisa bertransaksi tanpa perlu datang ke bank atau ke ATM, tetapi cukup dengan HP. Kalau kita tidak berhati-hati menjaga kerahasiaan data pribadi bisa bermasalah besar,” tandasnya.

Kebiasaan masyarakat tersebut, menurut Eko termasuk dalam menjaga HP. Kalau HP berpindah tangan dalam keadaan belum direset dan di memori masih tertinggal data-data pribadi, termasuk mobil banking dan SMS banking, itu berbahaya karena bisa dimanfaatkan orang lain.

“Ada juga orang yang mencatat password karena dia punya banyak password sehingga tidak hafal. Masyarakat perlu memahami hal itu tidak benar karena banyak orang yang beritikad tidak baik, bahkan ATM pun di- skiming dan itu terjadi berulang-ulang,” jelasnya.

Baca Juga :  Gasak  Persiraja 3-1, Persib Singkirkan Peringkat Arema

Menyinggung langkah OJK Solo dalam menangani kasus pengaduan nasabah Maybank, Candraning Setyo TH, yang dananya dibobol seseorang sebesar Rp 72,6 juta lewat mobil banking beberapa waktu lalu, Eko Junianto, menyatakan, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara nasabah dengan pihak bank.

Namun, pertemuan gagal karena meskipun wakil pihak bank hadir dari pihak nasabah dan penasihat hukumnya tidak hadir dengan berbagai alasan.

Di pihak bank yang hadir saat itu, sambungnya, memberikan klarifikasi tentang mekanisme transaksi mobil banking yang terkait dengan transfer dana senilai Rp 72.653.000,- sudah dilakukan secara benar. Sesuai standar operasional prosedur, dalam transaksi tersebut ada notifikasi atau konfirmasi dan ada pengiriman opini yang mengklarifikasi bahwa berdasarkan HP yang digunakan pemakainya benar pemilik rekening.

“Opini itu yang dipakai untuk mengeksekusi dan memvalidasi transaksi tersebut. Berdasarkan standar operasional prosedur, transaksi tersebut sah,” katanya.

Menanggapi sejauh mana kewenangan OJK menyelesaikan masalah itu, Kepala OJK Solo menegaskan, pihaknya hanya memiliki kewenangan memfasilitasi pertemuan antara pihak bank dengan nasabah untuk mencari solusi terbaik. Selain OJK Solo tidak punya kewenangan melakukan penyidikan terhadap sengketa perbankan tersebut, menurut Eko, kasus pembobolan rekening itu sudah dilaporkan ke polisi dan sudah dalam tahap penyidikan.

Kepala OJK Solo menambahkan, pada 2021 mendatang OJK akan meluncurkan “Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen” (APPK), yaitu sistem layanan konsumen terintegrasi di sektor industri jasa keuangan yang berkaitan dengan penanganan pengaduan konsumen dan penyelesaian sengketa. Portal tersebut bertujuan mengoptimalkan upaya perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
“OJK berharap, dengan perlindungan konsumen yang kuat, kepercayaan konsumen akan meningkat sehingga memperkuat stabilitas  sistem keuangan di Indonesia,” tutur Eko Junianto. @tok

Baca Juga :  Giliran 2 Pejabat Kec. Cileunyi Terpapar Covid-19

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Kampanyekan Prokes, Polsek Ciamis Gencar Operasi Yustisi

Sel Des 8 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Jajaran Polsek Ciamis gencar mengampanyekan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat, mulai patroli dialogis, monitoring para bhabinkamtibmas, hingga pelaksanaan operasi yustisi. Terkait dengan hal tersebut, Polsek Ciamis Kota melakukan operasi yustisi di sejumlah ruas jalan protokol, seperti di Jl. Jenderal Sudirman depan Mapolsek Ciamis, Selasa (8/12/2020). Sedikitnya 6 […]