Batalkah Bersendawa Ketika Tengah Salat?

Editor :
UAS./eramuslim.com/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sendawa atau juga sering disebut serdawa (teurab, Sunda – red.) adalah bunyi yang keluar dari kerongkongan. Biasanya terjadi apabila sedang masuk angin atau kenyang makan.

Suara tersebut bisa terjadi kapan saja, termasuk ketika salat. Lalu, apa hukumnya bersendawa di tengah salat?

Ustadz Abdul Somad atau akrab disapa UAS punya jawabannya. Ia mengatakan hal ini banyak ditanyakan jemaah.

“Bagaimana pendapat Ustaz tentang bersendawa dalam keadaan tengah salat?” ucap UAS menirukan pertanyaan jemaah, Minggu (7/6).

“Hebatnya Islam, sama-sama angin, keluar dari atas tidak batal, sedangkan keluar dari bawah (kentut) batal. Jadi kalau ada orang salat bersendawa itu tidak batal,” jawab Ustaz Abdul Shomad.

“Adapun dalam hukum salat, apakah sendawa itu termasuk yang membatalkan? Tidak,” tegasnya.

UAS menerangkan, saat ingin sendawa itu bagusnya ditahan, tapi jikalau tidak kuat boleh dikeluarkan.

Ia juga menganjurkan sebelum menunaikan salat tidak memakan penganan yang mengandung gas, contohnya durian, karena bisa menyebabkan sendawa berlebihan.

Mengutip dari Konsultasi Syariah, adapun menurut Abu Hanifah dan Muhammad bin Hasan As-Syaibani (murid senior Abu Hanifah), dalam Kitab Durar al Hukkam Syarh Gharar al Ahkam, dinyatakan:

وَأَمَّا الْجُشَاءُ فَإِنَّهُ حَصَلَ بِهِ حُرُوفٌ وَلَمْ يَكُنْ مَدْفُوعًا إلَيْهِ يَقْطَعُ عِنْدَهُمَا ، وَإِنْ كَانَ مَدْفُوعًا إلَيْهِ لَا يَقْطَعُ، كَذَا فِي الْكَافِي

“Untuk sendawa biasanya keluar suara (huruf), dan bisa ditahan maka membatalkan salat menurut kedua imam Abu Hanifah dan Muhammad bin Hasan. Namun jika tidak bisa ditahan, tidak membatalkan salat. Demikian kesimpulan dalam Kitab Al Kafi.” (Durar al Hukkam, 1/448).  @fen/eramuslim.com/okz

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ridwan Kamil Klaim Sudah Tak Ada Zona Merah Corona di Jabar

Sel Agu 11 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengklaim tidak ada lagi zona merah atau risiko tinggi penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Jabar berdasarkan data 6-9 Agustus 2020. “Tidak ada zona merah lagi, Pak, per minggu ini, karena ini update mingguan dari 6-9 Agustus 2020,” kata pria yang akrab disapa Emil saat […]