Search
Close this search box.

Bau Busuk Menyengat, Warga Aceh Tamiang Terjebak Banjir Lima Hari, Gubernur Mualem Antar Bantuan Dinihari

Bau busuk dan sisa lumpur masih menyelimuti Aceh Tamiang pasca-banjir besar yang melanda wilayah perbatasan Aceh-Sumut./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | ACEH TAMIANG – Bau busuk dan sisa lumpur masih menyelimuti Aceh Tamiang pasca-banjir besar yang melanda wilayah perbatasan Aceh-Sumut. Puluhan kendaraan rusak tergeletak di bahu jalan, dan rumah-rumah hancur hingga tersisa fondasi.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), tiba di lokasi pada Rabu malam (3/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB dan menyalurkan bantuan hingga dini hari pukul 03.15 WIB. Ia membawa 30 ton sembako dari warga Medan, berisi air minum, beras, mi instan, biskuit, telur, dan obat-obatan, yang dibagikan ke warga terdampak dan posko pengungsi di pinggir jalan Banda Aceh-Medan.

Mualem menyampaikan langsung:
“Kita sedih dan pilu melihat kondisi ini. Kita harap rakyat Aceh tabah menghadapi cobaan banjir dan longsor.”

Warga terdampak menceritakan pengalaman memilukan selama banjir. Ishak, warga Desa Menang Gini, Karang Baru, mengatakan:
“Banjir hari Rabu mulai naik, malam Kamis sudah dua meter lebih. Hari Jumat baru mulai reda pelan-pelan, dan Sabtu kami bisa keluar cari makan. Kami terjebak sekitar empat hari empat malam.”

Ishak menambahkan kondisi kritis selama banjir:
“Arus banjir kencang sekali, rumah hancur semua. Yang paling dibutuhkan sekarang makanan, air bersih, dan obat-obatan untuk bayi. Banyak anak sudah demam. Saat banjir, yang diselamatkan cuma keluarga, yang tersisa hanya baju di badan.”

Sementara itu, Wahyu Putra Pratama dari Kampung Dalam, Karang Baru, menggambarkan ketinggian air yang ekstrem:
“Air naik hanya dalam satu setengah jam langsung tiga meter. Kami terjebak lima hari lima malam. Hari keenam pagi baru surut. Rumah sudah hancur semua, dari 100 persen hanya 20 persen yang tersisa.”

Wahyu juga melaporkan jumlah korban jiwa:
“Korban jiwa sekitar 250 orang, termasuk sekitar 150 yang belum ditemukan. Ini tsunami, cuma bedanya air sungai. Baru kali ini kami merasakan bencana sebesar ini.”

Baca Juga :  Soroti Anjloknya Harga Gabah, Daniel Johan: Negara Harus Hadir

Kondisi Aceh Tamiang masih darurat. Bantuan makanan, air bersih, dan obat-obatan menjadi prioritas, sementara warga yang selamat tetap bertahan di posko pengungsian. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :