VISI.NEWS | JAKARTA –Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, mengungkapkan bahwa pihaknya terus mewaspadai potensi kerawanan yang mungkin terjadi saat Pilkada Jakarta 2024. Menurut Bagja, berdasarkan pengalaman Pilkada Jakarta sebelumnya, ada sejumlah hal yang perlu diwaspadai, di antaranya politisasi SARA hingga hoaks.
“Sejarah Pilkada Jakarta jelas banyak masalah. Kemarin politisasi SARA, hoaks, konflik di tingkat grassroots (akar rumput) yang kami lihat pada Pilkada di Jakarta sebelum ini,” kata Bagja saat memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta.
Untuk mengatasi potensi kerawanan ini, Bawaslu telah berkomunikasi dengan Polda Metro Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bagja juga menyebut bahwa kondisi Jakarta yang sedang mengalami masa transisi dari status Daerah Khusus Ibu Kota menjadi Daerah Khusus Jakarta perlu menjadi perhatian khusus.
“Dengan jumlah penduduk dan juga kondisi geografis yang padat, maka itu perlu diperhitungkan betul untuk melihat, dan itu yang menjadi salah satu unsur kenapa Jakarta masuk di empat dimensi tersebut,” ucap Bagja.
Berdasarkan skor Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024, Jakarta menempati posisi pertama dengan skor 88,95, termasuk kategori tinggi. Untuk skor dimensi sosial politik, Jakarta meraih 78,27 atau kategori tinggi. Sementara itu, skor dimensi penyelenggaraan pemilu mencatatkan 92,36 atau tinggi, skor dimensi kontestasi mencapai 96,09 atau tinggi, dan dimensi partisipasi mencapai 87,01 atau tinggi.
@shintadewip