BAZNAS Salurkan Paket Sembako Untuk Guru Mengaji

Penyaluran zakat kepada fakir miskin di Kab. Bandung. /visi.news/ist
Jangan Lupa Bagikan
  • Bupati, “Tolak bala dengan zakat, infaq dan shodaqoh”
VISI.NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung telah menyalurkan 100 paket sembako bagi para guru mengaji. Di tengah penyebaran wabah penyakit akibat virus corona (covid-19), banyak kalangan terdampak termasuk para guru mengaji.
“Peran mereka sangat penting dan mulia, berjasa mengajarkan anak-anak kita untuk bisa membaca al-Qur’an. Juga memberikan pendidikan keagamaan lainnya, seperti cara berwudu, sholat dan sebagainya secara dini,” ungkap Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Dudi Abdul Hadi di Soreang, Jumat (15/5/2020).
Tidak hanya kali ini saja, sebagai lembaga amil zakat, BAZNAS senantiasa berperan aktif membantu mereka melalui Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bandung.
“Paket bantuan tersebut, diperuntukkan bagi ustadz ustadzah yang tergabung dalam LPPTKA (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al Qur’an),” terang Dudi.
Selain itu, BAZNAS Kabupaten Bandung telah mendistribusikan 1500 paket beras fitrah, masing-masing sebanyak 5 kilogram (kg), ke beberapa kecamatan pada tanggal 6 – 12 Mei 2020. Beras fitrah tersebut merupakan titipan dari BAZNAS pusat.
Dudi berharap, masyarakat semakin mempercayai BAZNAS dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Bandung. Sehingga tidak ragu lagi untuk menitipkan zakat, infaq, shodaqoh, maupun fidyah di bulan suci ramadan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Bandung.
“Mari berbagi dengan menyisihkan rizki kita dengan berdonasi dan bersedekah. Untuk mencegah penyebaran wabah ini, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pembayaran zakat secara online (daring). Yaitu melalui laman http://baznaskabbandung.or.id/donasi/sedekah,” ajaknya.
Usai masuk ke laman tersebut, urainya, donatur atau mustahik dipersilakan mengisi data berupa nama, e-mail, nomor kontak, dan nominal besaran zakat atau infaqnya.
“Mustahik bisa menentukan donasinya melalui tiga nomor rekening (norek), antara lain bank BJB dengan norek 0220030031274, BJB Syariah dengan norek 5010301010732, atau melalui Bank Muamalat dengan norek 1460001726. Usai mengklik ‘kirim’, nanti akan ada notifikasi berupa reminder, doa dan ucapan terima kasih,” urai Dudi.
Di kesempatan lain Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menyampaikan, nilai-nilai religius wajib ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Oleh karenanya, guru mengaji sudah selayaknya mendapat perhatian, baik dari pemerintah maupun dari masyarakat.
Terlebih untuk menolak bala di tengah pandemi global yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia ini, umat Islam harus meningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Salah satunya dengan menunaikan zakat, infaq dan shodaqoh. Terlebih di bulan suci ini, amalan kita akan berlipat pahalanya. Amalan sunnah, pahalanya sama dengan amalan wajib. Sementara amalan wajib pahalanya berpuluh bahkan beratus kali lipat,” terang Bupati Dadang Naser saat memberikan sambutan dalam Peringatan Nuzulul Qur’an 1441 H di Rumah Jabatannya di Soreang, Kamis lalu.
Bulan suci, lanjut bupati, merupakan kesempatan emas bagi umat Islam. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengevaluasi harta masing-masing. Darimana sumbernya dan digunakan untuk apa. “Sudahkah dibersihkan dengan zakat, sudahkah disucikan dengan infaq dan shodaqoh, agar kita terlepas dari belenggu bencana covid-19,” lanjutnya.
Penyebaran covid-19, menyebabkan berbagai sendi pembangunan terdampak dan nyaris terhenti. Selain itu, ia menyebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengalami penurunan anggaran.
“Beberapa pembangunan yang siap gelar tender, itu diurungkan. Namun kami tetap berupaya bagaimana peningkatan kesejahteraan, gizi dan pangan masyarakat jangan terganggu, itu titik tekannya. Sehingga ada refocusing anggaran khusus untuk penanganan covid-19,” terang Dadang Naser.
Namun tentunya bila ditangani hanya dari anggaran pemerintah saja, sangat berat dan tidak akan cukup. Oleh karena itu, kehadiran para agniya dan pihak swasta sangat ia harapkan.
“Terimakasih kepada para pihak yang sudah berperan serta. Selanjutnya, mari kita tangani covid-19 dengan sama-sama disiplin. Tugas pemimpin adalah bersikap adil, ilmuwan dan ulama harus bijak, agniya perduli sesama, dan tugas rakyat adalah ta’at. Manakala ini dijalankan, yakin covid-19 akan melambat penyebarannya, bahkan lenyap dari Kabupaten Bandung,” harapnya.@mpa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Begini Nasib Kaum Disabilitas Di Tengah Covid -19

Sen Mei 18 , 2020
Jangan Lupa BagikanVisi.News –Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S), Pinky Saptandari, mengajak masyarakat juga memperhatikan nasib para penyandang disabilitas di tengah pandemi covid-19,  sebab mereka menjadi yang paling terdampak dan lebih membutuhkan bantuan. “Sering kali orang melupakan bahwa ada yang paling terdampak dibandingkan kita.” “Kita semua susah, betul […]