Bea Cukai Surakarta Musnahkan Barang Ilegal Termasuk “Sex Toys”

Bea Cukai Surakarta musnahkan barang ilegal, termasuk 'sex toys'./visi.news/tok suwarto.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Surakarta, Kamis (1/10), memusnahkan barang-barang hasil sitaan yang dilakukan jajaran aparat Bea Cukai Surakarta selama tahun 2019 hingga 2020 dan berstatus sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Sebanyak 14 jenis barang senilai sekitar Rp 1,183 milliar berupa barang kena cukai hasil tembakau dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau miras, serta terhadap barang impor melalui Kantor Pos Lalu Bea Solo dan Bandara Adi Soemarmo, dimusnahkan di halaman belakang Kantor Bea Cukai, Jl. Adi Sucipto, Solo.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Surakarta, Budi Santoso, menyatakan, pemusnahan BMN tersebut telah mendapatkan persetujuan Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem llnformasi (PKNSI), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, nomor S-155/MK.6IKN.5/2020 tanggal 30 Juli 2020, serta izin Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta, nomor S-31/MK.6NVKN.09/KNL.02I2020 tanggal 28 Juli 2020.

“Tujuan pemusnahan adalah untuk meningkatkan kepatuhan untuk memenuhi kewajiban membayar bea dan cukai. Selain itu, juga untuk menjaga moral karena di antara barang sitaan ada minuman beralkohol dan ada juga ‘sex toys’ dan ketertiban masyarakat pada umumnya,” kata Budi Santoso.

Dalam pemusnahan BMN tersebut, Bea Cukai Surakarta memusnahkan satu juta batang lebih rokok ilegal tanpa cukai yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat, serta ada juga suku cadang senjata dan anak panah yang bisa membahayakan masyarakat.

Di samping itu, Bea Cukai Surakarta melakukan pemusnahan BMN sebagai upaya untuk mencegah peredaran bea dan cukai ilegal, serta menciptakan iklim usaha yang sehat bagi masyarakat dan pengusaha yang taat terhadap ketentuan di kepabeanan dan cukai.

Pemusnahan barang ilegal di Kantor Bea Cukai Surakarta tersebut, dilakukan Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso bersama Kepala Bidang Penindakan dan Pendidikan Kantor Wilayah DJBC Jateng -Diy, Moh. Arif, wakil dari Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Tengah dan DIY, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng Ill, Pemkab Karanganyar, Kejaksaan Negeri Karanganyar, Kepolisian, Kantor Pos Solo, PT. Angkasa Pura, dan lain-lain.

Barang-barang yang dimusnahkan, sebagian besar adalah barang kena cukai (BKC) hasil tembakau (rokok) ilegal. Selain lebih dari satu juta batang rokok, barang lain yang dimusnahkan adalah miras (minuman keras) ilegal, cairan vape (HPTL EET) tanpa pita cukai, benih tanaman, ‘sex toys’, obat, kondom, makanan, pakaian, anak panah, part senjata, dan personal effect.

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, di antaranya rokok, benih tanaman, ‘sex toys’, obat, kondom, makanan dan pakaian. Sedang minuman keras dalam botol dimusnahkan dengan dipecah dan barang berupa anak panah, part senjata dan personal effect dirusak agar tidak dipergunakan dan tidak memiliki nilai ekonomis lagi.

Budi Santoso menambahkan, BMN yang dimusnahkan dengan perkiraan total senilai Rp 1.183.137.460.- memiliki potensi nilai cukai sebesar Rp. 600 juta lebih. Sedangkan dalam pencegahan barang impor melalui Kantor Pos Lalu Bea Solo dan Bandara Adi Soemarmo, seluruhnya total senilai Rp. 103 juta lebih. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

ITB: Potensi Tsunami 20 Meter Terjadi Jika Dua Segmen Megathrust Pecah

Kam Okt 1 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Guru Besar Seismologi Institut¬†Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro bersama rekan penelitinya menunjukkan hasil penelitian skenario kasus terburuk potensi tsunami sampai 20 meter di pantai Selatan Jawa terjadi jika dua segmen megathrust pecah secara bersamaan. “Sumber (gempa) yang di sebelah Barat dan Timur itu pecah bersamaan maka […]