BEDAH BUKU | Kiai Bicara Lewat Karya

Silahkan bagikan

Oleh Abdul Majid Ramdhani

Kiai merupakan elemen sentral dalam kehidupan pesantren, tidak saja karena Kiai yang menjadi penyangga utama kelangsungan sistem pendidikan pesantren, tetapi juga karena sosok Kiai merupakan cerminan dari nilai yang hidup di lingkungan komunitas santri dan masyarakat yang berdampingan dengan pesantren.

Terkait itu penulis merespons atas hadirnya karya perdana dari Pesantren Al-Hamidiyah yang berjudul KE-ALHAMIDIYAH-AN, buku bersampul hijau teduh dengan sosok KH Achmad Sjaichu, pendiri Pesantren Al-Hamidiyah Depok,

Acara tersebut turut dihadiri oleh Dr. (H.C.) H. Lukman Hakim Saifuddin, (Mustasyar Yayasan Islam Al-Hamidiyah), Prof. Dr. K.H. Oman Fathurahman, M.Hum, penulis sekaligus pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah, dr. Imam Susanto Sjaichu, Sp.BP-RE(K), (putra kedua KH. Achmad Sjaichu), Drs. KH. Ahmad Mahfudz Anwar, MA., (Dewan Guru,) dan Kyai Muhamad Soheh, M.Pd, (Alumni Pesantren Al-Hamidiyah,).

Adapun acara bedah buku KE-ALHAMIDIYAH-AN, Inspirasi Ilmu KH Achamd Sjaichu dimoderatori oleh Suma Wijaya, M.I.Kom.

“Buku perdana (KE-ALHAMIDIYAH-AN, Inspirasi KH Achamd Sjaichu) ini memberikan pemahaman lebih dan mendalam tentang sosok kepribadian dan akhlak Pendiri Pesantren Al-Hamidiyah, yakni K.H. Achmad Sjaichu, serta peran penting beliau dalam membangun nilai-nilai kepesantrenan di masyarakat sekitar pesantren khususnya para santri, dan bagi peradaban keilmuan di Indonesia, dengan segala atribut kemodernan pada masa beliau masih menjadi pengasuh pesantren” ungkap Lukman Hakim Saifuddin.

Lain lagi menurut Kiai Oman Fathurahman. Ia mengatakan, “Santri, haruslah bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, dengan kata lain pesantren merupakan pabrik-nya pemimpin bangsa, sebagaimana Kiai Sjaichu” katanya.

“Sejarah telah mencatat dan membuktikan hal itu. Dari masa ke masa, para alumni pesantren selalu mewarnai pentas kepemimpinan nasional, dengan ikut menjadi bagian dari kepemimpinan seperti di kabinet dan jabatan publik atau pemerintahan lainnya serta di ranah intelektual,” katanya lagi.

Baca Juga :  Pecahkan Guinness World Records, 15.110 Orang Mainkan Angklung di GBK

Pesantren sebagai salah satu pilar utama dalam proses penyelenggaraan kegiatan pendidikan di Indonesia, salah satunya Pesantren Al-Hamidiyah Depok, yang didirikan oleh Almaghfurlah KH Achmad Sjaichu, meskipun pada faktanya mayoritas dikelola swasta atau mandiri, namun tak menghalangi kontribusi lembaga pendidikan agama ini dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Karya buku ini, menunjukkan bahwa pemimpin (Kiai) kita tak sekadar berjanji untuk pencitraan. Peran dan kiprah KH Achmad Sjaichu telah membuktikan bahwa kiai-kiai kita benar-benar menebarkan kebaikan dalam membangun pendidikan untuk masyarakat demi kemaslahatan bagi lingkungan bersama,” imbuh KH Mahfud Anwar MA., salah satu santri-nya KH Achmad Sjaichu yang nyata mengalami persentuhan pengajaran dan pengamalan agama Islam langsung dari tangan dingin sang kiai.***

  • Penulis merupakan alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia (KPI STAII) Jakarta, kini aktif menulis di berbagai media online, dan sebagai kontributor di Jabar NU Online.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemain Asing dan Pelatih Dunia Memberikan Pujian untuk Stadion Si Jalak Harupat

Ming Nov 19 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Stadion Si Jalak Harupat (SJH) , menjadi sorotan selama Piala Dunia U17 tahun 2023, mendapat pujian yang tak terhingga dari para pemain asing dan pelatih dunia. Radja Nainggolan, bintang berpengalaman, memberikan ungkapan langsung tentang pengalamannya di stadion tersebut. “Stadion Si Jalak Harupat sungguh mempesona. Saya […]