Search
Close this search box.

Belasan Hektare Kebun Teh Dirusak, DPR Minta Polisi Usut Dalang Utama

Lahan kebun teh di Pangalengan, Kabupaten Bandung./visi.news/jpnn.com.

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Anggota Komisi IV DPR, Rajiv, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus perusakan kebun teh PTPN I Regional II Malabar di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Ia menekankan bahwa penyidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menelusuri siapa aktor intelektual yang diduga mengarahkan aksi tersebut. Menurutnya, pola kerusakan yang terjadi menunjukkan tindakan terencana.

“Kerusakan belasan hektare ini bukan pekerjaan kecil. Ada pola, ada pendanaan, dan jelas ada kepentingan. Saya minta polisi mengungkap siapa dalangnya,” ujar Rajiv dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/11/2025).

Pernyataan itu disampaikan setelah Rajiv menerima laporan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim gabungan Polresta Bandung dan Polsek Pangalengan pada Kamis (27/11/2025) di Desa Margamulya. Petugas memeriksa sejumlah blok kebun teh yang mengalami kerusakan.

Dari hasil pemeriksaan, kerusakan ditemukan pada tiga lokasi. Di Blok Bojong Waru, sekitar lima hektare tanaman teh rusak dengan kondisi batang dipotong dari pangkal dan dibiarkan mengering. Di Blok Cipicung I, luas kerusakan mencapai lebih dari delapan hektare. Sementara di Blok Cipicung II, sekitar satu hektare tanaman mengalami perlakuan serupa.

Rajiv menduga ada kepentingan jangka panjang yang melatarbelakangi kasus ini, termasuk potensi penguasaan lahan atau motif bisnis lainnya. Ia berkomitmen membawa persoalan tersebut ke rapat dengan Kementerian BUMN dan meminta koordinasi antarinstansi tidak sekadar formalitas.

“Saya ingin hasil nyata. Jangan hanya rapat, tapi tidak ada tindakan. Negara tidak boleh kalah oleh pihak-pihak yang mencoba menguasai lahan BUMN secara ilegal,” tegasnya.

Ia memastikan proses pengungkapan kasus harus menyasar seluruh pihak yang terlibat.

“Siapa pun yang bermain di balik kerusakan ini, saya pastikan tidak akan lolos. Ini aset negara. Tidak boleh ada yang mempermainkannya,” tambahnya.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Selasa 10 Februari 2026

Sementara itu, penyidikan masih terus berjalan. Polisi menargetkan bisa mengungkap seluruh pelaku beserta jaringan yang diduga terlibat.

Seorang petugas PTPN VIII yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa aksi perusakan dilakukan secara terstruktur. Ia menyebut banyak tanaman yang dipotong rapi, menunjukkan pekerjaan banyak orang dan dilakukan dalam waktu lama.

“Kami menemukan banyak bekas potongan yang sangat rapi. Ini bukan pekerjaan satu-dua orang. Aksi ini dilakukan malam hari, saat patroli tidak ada. Terjadi berbulan-bulan, diam-diam, dan terencana,” ujarnya.

@ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :