Belum Ada Kesepakatan Panjangnya, Pengerukan Sungai Citarik Ditangguhkan

Editor :
Pertemuan perwakilan BBWS di Aula Kecamatan Cicalengka dengan jajaran Muspika Cicalengka Kabupaten Bandung dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bandung,Yayat Sudayat Fraksi Demokrat, Camat Rancaekek, Baban Banjar dan Entang Kurnia, Camat Cicalengka termasuk sejumlah kepala desa, juga tokoh masyarakat, Jumat (12 /3/2021)./visi.news/budimantara.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Anggota DPRD Kabupaten Bandung yang juga Wakil Ketua Komisi B dari Fraksi Partai Demokrat Yayat Sudayat terus menyuarakan kepentingan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana banjir rutin yang disebabkan luapan Sungai Citarik di Kecamatan Cicalengka dan Rancaekek Kabupaten Bandung.

Ia pun sempat meminta pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) untuk tetap menyiagakan alat berat backhoe yang saat ini masih diparkir di dekat aliran Sungai Citarik di perbatasan Desa Sindangpakuan Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang dan Desa Panenjoan Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, sebelum pelaksanaan pengerukan atau normalisasi Sungai Citarik dituntaskan.

“Alat berat backhoe tersebut akan digunakan untuk pengerukan atau normalisasi Sungai Citarik Kabupaten Bandung, namun dalam pengerjaannya ditangguhkan karena tidak sesuai dengan harapan warga korban banjir yang ada di Kecamatan Cicalengka maupun Kecamatan Rancaekek,” kata Yayat Sudayat kepada VISI NEWS di Rancaekek, Sabtu (13/3/2021).

Melalui pertemuan dengan perwakilan BBWSC di Aula Kecamatan Cicalengka pada Jumat (12/3/2021), Yayat Sudayat mengungkapkan, rencana awal BBWSC akan melaksanakan pengerjaan normalisasi aliran Sungai Citarik sepanjang 2 km yang masuk kawasan Desa Sindangpakuan Kecamatan Cimanggung dan Desa Panenjoan Kecamatan Cicalengka.

“Sementara aliran Sungai Citarik yang masuk kawasan Rancaekek tidak menjadi prioritas pengerjaan normalisasi dari rencana awal BBWSC sepanjang 2 km itu. Makanya, kita mengusulkan kepada BBWSC pengerjaan normalisasi Sungai Citarik sepanjang 5 km, supaya aliran Sungai Citarik yang masuk kawasan Rancaekek, yakni masuk Desa Nanjungmekar, Desa Haurpugur dan Desa Bojongsalam juga turut dikeruk atau dinormalisasi,” tuturnya.

Dikatakan Yayat Sudayat, jika pengerjaan normalisasi hanya sepanjang 2 km di bagian hulu Sungai Citarik tersebut, kawasan Rancaekek akan tetap terkena dampak banjir. Di Kecamatan Rancaekek, daerah yang langganan banjir yakni Desa Nanjungmekar, Desa Haurpugur dan Desa Bojongsalam. Sedangkan di Kecamatan Cicalengka, di antaranya Desa Panenjoan yang menjadi langganan banjir.

Baca Juga :  Kegiatan Padat Karya Harus Memprioritaskan Warga Setempat

“Kami berharap kepada BBWSC pengerjaan normalisasi Sungai Citarik dituntaskan sepanjang 5 km. Supaya ancaman banjir luapan Sungai Citarik setiap musim hujan bisa diminimalisir,” katanya.

Pertemuan dalam pembahasan pengerjaan penanggulangan banjir yang disebabkan Sungai Citarik itu turut dihadiri Camat Cicalengka H. Entang Kurnia, Camat Rancaekek Baban Banjar, sejumlah kepala desa dan pihak lainnya.

Sama halnya yang diungkapkan Camat Cicalengka H. Entang Kurnia. Ia mengatakan, dari hasil pertemuan dengan berbagai unsur dalam upaya pembahasan penanggulangan banjir yang disebabkan luapan Sungai Citarik itu, rencana BBWSC melaksanakan pengerjaan pengerukan atau normalisasi Sungai Citarik sepanjang 2 km ditangguhkan.

“Penangguhan itu karena saat pertemuan di Aula Kecamatan Cicalengka pada Jumat 12 Maret, jajaran Muspika Cicalengka yang dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Camat Rancaekek dan termasuk sejumlah kepala desa dan perwakilan masyarakat berharap pengerukan Sungai Citarik sepanjang 5 km dari rencana awal 2 km,” tutur Entang Kurnia.

Untuk merencanakan pengerukan atau normalisasi Sungai Citarik itu, imbuh Entang Kurnia, BBWSC akan kembali mengadakan pertemuan dengan menghadirkan perwakilan dari Pemkab Bandung, Pemkab Sumedang dan Provinsi Jabar.

“Namun pertemuannya kapan belum bisa dipastikan. Pertemuan lanjutan itu sekaligus melakukan peninjauan lapangan,” katanya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BPJS Kesehatan Libatkan RS UNS dalam Uji Coba Sistem Online Baru

Sab Mar 13 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, yang baru menjabat Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan selama dua minggu, mendadak mengunjungi Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang berlokasi di kawasan Pabelan, Kabupaten Sukoharjo. Kehadiran Prof. Ali Ghufron Mukti yang didampingi Direktur TI BPJS Kesehatan, Ir. Edwin Aristiawan, […]