
Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga tentang berbagi cerita, nilai, dan inspirasi. Hal itu disampaikan Rd. Nonih Suarsih, S.Pd., pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sukamulya Cerdas sekaligus penggagas Kampung Wisata Kreatif Literasi Cinambo, pada acara “Gen Biru Bercerita” yang diselenggarakan bersama OSIS SMA Telkom Bandung pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Kegiatan tersebut sejalan dengan program Kampung Wisata Kreatif Literasi Cinambo, ketika wisatawan yang berkunjung tidak hanya menikmati hasil literasi yang ada di TBM, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam proses berbagi dan interaksi literasi bersama masyarakat.
Kata Nonih, setiap kunjungan ke TBM Sukamulya Cerdas akan selalu memberikan kesan bermakna dan pengalaman yang tak terlupakan. Seperti juga pada kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan tersebut, peserta diharapkan mendapatkan kesan bermakna.
Kegiatan ini pun menjadi momentum kolaborasi positif antara pelajar dan komunitas literasi dalam menciptakan suasana Ramadan yang edukatif, hangat, dan penuh kebersamaan. Tentu saja Tedi Sugiarto, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMA Telkom Bandung mendukung penuh kegiatan itu.
Program “Gen Biru Bercerita” diawali dengan sesi menonton tayangan edukatif tentang sejarah Ramadan, yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Tayangan tersebut memberikan wawasan mengenai makna, sejarah, serta nilai-nilai penting yang terkandung dalam ibadah Ramadan.
Setelah sesi menonton, kegiatan dilanjutkan dengan berbagi pengalaman Ramadan dari kakak-kakak OSIS kepada anak-anak anggota TBM. Dalam suasana santai dan interaktif, para kakak berbagi cerita tentang pengalaman berpuasa, makna berbagi, serta cara menjalani Ramadan dengan penuh semangat dan kebaikan.
Anak-anak yang hadir tampak antusias dan bahagia mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka merasa mendapatkan pengalaman baru yang berkesan pada Ramadan tahun ini.
Nailah Nur Faridah, Ketua Pelaksana “Gen Biru Bercerita”, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan anak-anak tentang sejarah dan makna Ramadan. Tujuan lainnya dalah menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini, menciptakan suasana Ramadan yang menyenangkan dan bermakna, serta menumbuhkan rasa kepedulian serta semangat berbagi
“Melalui pendekatan literasi dan storytelling, anak-anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga merasakan langsung kehangatan berbagi dan kebersamaan,” tutur Nailah.
Sementara itu Khansa Ihsani Khaulah, Ketua OSIS SMA Telkom Bandung, menyebutkan melalui “Gen Biru Bercerita”, OSIS SMA Telkom Bandung berharap semangat Ramadan dapat terus tumbuh dalam diri anak-anak sebagai generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap sesama.”
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menumbuhkan ilmu, iman, dan kepedulian,” kata Nicky Puspitasari, KWK Literasi, menambahkan.*