Berdayakan Seniman Saat Pandemi, Disbudpar Kota Bandung Gelar Pentas Seni dan Budaya Virtual

Pentas Seni dan Budaya Virtual yang digelar Disbudpar Kota Bandung, Sabtu (14/11/2020). / visi.news/ist
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Dalam upaya pemberdayaan para seniman dimasa pandemi Covid 19, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ( Disbudpar ) Kota Bandung menggelar acara Pentas Seni dan Budaya Virtual di Padepokan Seni Mayang Sunda Jl. Peta No.209, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Sabtu (14/11/2020).

Kegiatan Pentas Seni dan Budaya Virtual ini ditayangkan secara langsung di media sosial milik Disbudpar Kota Bandung, dengan menampilkan antara lain Tembang Sunda yang dibawakan oleh Paguyuban Pamirig Tembang Sunda ( PPTS ), Tari Klasik dari Galih Pakuan, Jaipongan Sanggar Putri Ayu,  Teater Lamda Art, Kliningan dari lingkung seni Purbaning Laras, Angklung kolaborsi Alunan Musik Bambu dan Musik Etnik Kolaborasi Etho Progressive.

Kepala Bidang Produk Seni dan Budaya Disbudpar Kota Bandung Nuzrul Irwan Irawan, S.E., M.Si., saat ditemui VISI.NEWS 
disela-sela acara menjelaskan, kegiatan Pentas Seni dan Budaya Virtual ini merupakan kelanjutan kegiatan serupa yang dilaksanakan beberapa bulan lalu sebagai salah satu upaya pemberdayaan para pelaku seni dimasa pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini sebagai upaya pemberdayaan para seniman dimasa pandemi Covid-19″, karena selama kurang lebih 8 bulan sejak pandemi Covid-19 merebak para pelaku seni tidak bisa berkegiatan sebagaimana mestinya, otomatis ini berpengaruh terhadap perekonomian para pelaku seni”, ujar Irwan.

Irwan menambahkan, kegiatan ini juga sebagai ruang bagi para seniman untuk berkreasi dan berekpresi dimasa pandemi ini, tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Telent atau pengisi acarapun beragam walaupun bulum bisa menampilkan seluruh lingkung seni yang ada di Bandung tapi talen yang tampil saat ini cukul mewakili berbagai kalangan usia dan jenis tampilan yang disuguhkan.

” Lingkung Seni dan Sanggar di Bandung kurang lebih ada 700, kami mohon maaf belum dapat mengakomodir semua karena keterbatasan anggaran dan situasi pandemi saat ini, mudah-mudahan tahun depan kami bisa menyelenggarakan kegiatan lebih banyak lagi dengan melibatkan lingkung seni yang ada di kota Bandung”, pungkas Irwan.@edk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

RUMAH ALLAH: Menengok Masjid Agung Terbesar Ketiga di Dunia

Ming Nov 15 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Masjid Agung Aljazair terbesar ketiga di dunia dan terbesar di Afrika ini telah dibuka untuk salat berjemaah pertama kali. Masjid dibuka setelah 1,5 tahun masa pembangunan selesai. Dikenal secara lokal sebagai Djamaa El Djazair, bangunan modernis ini membentang seluas 27,75 hektare. Masjid ini menjadi masjid terbesar ketiga […]