Berkas Kasus Penganiayaan hingga Tewas Mantan Kadis Binamarga Kab. Ciamis Dilimpahkan ke Kejaksaan

Editor :
Polresta Tasikmalaya saat melimpahkan para tersangka penganiayaan ke Kejari Kota Tasikmalaya./visi.news/ayi kuraesin.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Seorang pensiunan Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Ciamis, Drs. H. Soekanda Mansoer (65), dianiaya 7 oknum yang diduga simpatisan Habib Rizieq Sihab (HRS).

Akibatnya, korban warga Jalan Padasuka, Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, itu tewas akibat luka yang dideritanya.

Gara-garanya sepele, korban dituduh kerap merusak baliho bergambar HRS. Kasus ini sudah ditangani kepolisian. Bahkan, berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya.

Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya, AKP Yusuf Ruhiman mengatakan, penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Gunungtanjung, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, September 2020 lalu.

Penganiayaan yang dilakukan oleh tujuh orang tersangka tersebut, dipicu kesalah pahaman, yaitu korban disangka telah melakukan perusakan baliho bergambar HRS. Hal tersebut membuat kemarahan para tersangka yang diduga simpatisan HRS.

Tersangka pelaku penganiayaan tersebut sebanyak tujuh orang. Akibat perbuatannya menyebabkan korban meninggal dunia.

“Ketujuh tersangka itu yakni berinisial M (39), G (35), N (32), U (30), W (31), B (34) dan U (33). Ketujuh tersangka menganiaya korban hingga meninggal dunia,” kata AKP Yusuf kepada wartawan, Selasa (5/1/2020).

Menurut Yusuf, berkas perkara kasus kekerasan terhadap orang atau barang dan atau penganiayaan yang direncanakan yang mengakibatkan kematian ini, sudah dinyatakan lengkap oleh Kejari Kota Tasikmalaya.

Untuk itu ketujuh tersangka hari ini dilimpahkan penanganannya ke Kejari Tasikmalaya. Sebanyak 7 tersangka juga ikut diserahkan beserta barang bukti sepeda motor.

“Berita Acara Perkara (BAP) sudah rampung. Karena itu berkasnya dilimpahkan ke Kejari Kota Tasikmalaya. Kita juga melimpahkan tujuh tersangkanya berikut barang buktinya,” ungkapnya.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tasikmalaya, Fajaruddin. Menurutnya, telah menerima pelimpahan berkas kasus penganiayaan dengan tujuh tersangka dari Polresta Tasikmalaya.

Langkah selanjutnya, pihaknya akan membuat rencana dakwaan oleh Jaksa yang akan disangkakan terhadap ketujuh tersangka, untuk selanjutnya diserahkan ke pengadilan.

“Setelah diregister, akan segera dilimpahkan ke pengadilan dan menunggu jadwal persidangannya,” ucapnya.

Fajarudin berharap jadwal persidangan segera didapat karena biasanya seminggu atau empat hari diterima serta penetapan hari persidangan atau jadwal persidangannya.

Hanya saja, mengingat kondisi saat ini masih pandemi Covid-19, kemungkinan persidangannya akan berlangsung secara online atau daring.

“Adapun untuk ketujuh tersangka akan dititipkan di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Kami akan memproses secara terbuka, jadi siapa pun bisa memantau kasus ini. Diharapkan prosesnya bisa cepat dan terstruktur,” ungkapnya. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Perihal Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah, Disdik Kabupaten Bandung Terbitkan Surat Edaran

Sel Jan 5 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Menanggapi Siaran Pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 368/sipres/A6/XI/2020 tanggal 20 November 2020, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung menerbitkan Surat Edaran Nomor 423.5/3819-Disdik tanggal 30 Desember 2020 mengenai Pelaksanaan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung. Dalam Surat […]