Berselisih Batas Tanah dengan Tetangga, Kakek Iding Meregang Nyawa

Terekam dalam foto yang diambil oleh warga, percekcokan terlihat. Korban mengenakan peci dan baju loreng./visi.news/istimewa.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Iding (72) warga Kampung Cipanas, Desa Pamoyanan, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Badat tewas bersimbah darah di depan rumahnya. Sebelumnya korban berselisih dengan tetangganya berinisial SPD (42) tentang batas tanah.

Kapolsek Kadipaten, Polresta Tasikmalaya, AKP Erustiana kepada wartawan, Senin (22/6), membenarkan telah melakukan pengungkapan perkara dugaan tindak pidana yang menyebabkan seseorang tewas karena kekhilafan dan/atau penganiayaan dan/atau kejahatan terhadap nyawa orang.

Pihaknya pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) beberapa saat setelah menerima laporan dari warga. Korban sempat dilarikan ke puskesmas, namun nyawanya tak tertolong akibat terlalu banyak mengeluarkan darah. Pihaknya juga melakukan visum guna memastikan kematian korban.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban meninggal dunia akibat luka di bagian kepalanya yang banyak mengeluarkan darah,” kata Erustiana.

Menurutnya, kejadian tersebut bermula dari perselisihan paham tentang batas tanah. Sebelumnya korban mendatangi rumah pelaku, yang memang berdekatan. Maksud untuk membetulkan batas tanah. Karena lahan tanah yang akan dibangun pagar oleh pelaku masih milik korban.

Namun ketika itu korban tak bertemu dengan pelaku, ia pun balik lagi ke rumahnya. Tidak selang berapa lama, pelaku mendapat informasi dicari korban dan mendatanginya.

“Mang hayangna kumaha (Mang maunya gimana)?” kata Erustiana menirukan ucapan pelaku.

Dikatakan Erus, di situlah terjadi pertengkaran mulut antara korban dan pelaku yang hanya terjaga oleh pagar teralis setinggi satu meter. Dari pertengkaran mulut itu, korban menjadi terpancing emosinya.

Dalam kondisi emosi, korban berupaya menyerang meloncati pagar dan hendak memukul pelaku. Namun, rupanya saat itu korban hilang keseimbangan saat pelaku menghindar serangan itu.

Korban terjatuh dengan kepala lebih dulu mendarat ke tanah. Akibatnya, kepala korban membentur tanah dan menyebabkan luka parah hingga darah memancar. Mengetahui lawannya terjatuh dan terluka, pelaku tidak berupaya menolongnya.

Pelaku membiarkan korban yang mengerang kesakitan dan malah pergi meninggalkan korban. Hingga akhirnya warga yang mengetahui korban tersungkur dengan luka di kepala berdatangan dan menolongnya.

Warga membawa korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Namun karena darah yang keluar terlalu banyak, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

“Sebelumnya, pelaku mengelak terjadi perselisihan dengan korban dan tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun hasil olah TKP, baru diketahui kronologisnya,” tutur Kapolsek.

Dijelaskan Erustiana, akibat kejadian tersebut pelaku terancam diganjar pasal 359 Jo 353 Jo 338 KUHPidana tentang tindak pidana menyebabkan orang lain meninggal dunia akibat kekhilafan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban. Sementara barang bukti yang disita satu buah peci berlumur darah. @akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Update Corona 22 Juni: 46.845 Positif, 18.735 Sembuh

Sen Jun 22 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Total jumlah kasus terkonfirmasi positif corona (Covid-19) di Indonesia hingga Senin (22/6) mencapai 46.845 kasus. Sementara, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh 18.735 orang, dan sebanyak 2.500 orang meninggal. Data tersebut merupakan data yang diperoleh hingga pukul 12.00 WIB. Adapun uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode polymerase […]