Bersepeda Ontel, Emon Lakukan Pencurian di 40 Rumah

Editor :
Wakapolresta Bandung, AKBP Dwi Indra Laksmana (kiri) didampingi Kasat Reskrim Polresta Bandung AKP Bimantoro Kurniawan (kanan) saat memperlihatkan barang bukti yang digunakan, saat melakukan aksi kejahatan tersangka, saat ekspos di Mapolresta Bandung./visi.news/yusup supriatna

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dengan menggunakan sepeda ontel miliknya, tersangka berinisial DR alias Emon (40) sudah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di 40 rumah di dua wilayah, yakni Kabupaten Bandung dan Kota Bandung, Jawa Barat.

Kapolresta Bandung Kombespol Hendra Kurniawan, melalui Wakapolresta Bandung AKBP Dwi Indra Laksmana mengatakan, dalam melakukan aksinya, Emon hanya seorang diri dan membawa perlengkapan yakni sebuah pahat dan sebuah gegep.

“Ciri khas dari tersangka dalam melakukan aksi tindak pidana pencurian, selalu menggunakan sepeda ontel sebagai alat transportasi kejahatannya,” jelas Indra, sapaan akrabnya, didampingi Kasat Reskrim Polresta Bandung AKP Bimantoro Kurniawan, saat ekspos Di Mapolresta Bandung, Senin (30/11/2020) siang.

Indra menyatakan, tersangka berhasil ditangkap petugas Reskrim Polresta Bandung di kediamannya pada Selasa (17/11/2020) pukul 09.00 WIB. Tidak lama kemudian, petugas juga mengamankan dua penadah di kediamannya masing-masing

Kata Indra, dari pengakuan tersangka, aksi kejahatan tersebut sudah dilakukannya kurang lebih 40 Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Uniknya, tersangka ini tidak melakukan aksi kejahatannya di saat terang bulan. Hasil dari kejahatannya, tersangka menjual kepada dua penadah yakni UN (28) dan IM (28),” tuturnya.

Kedua pelaku penadah, tambah Indra, berinisial UN merupakan warga Sumber Sari, Kecamatan Ciparay dan IM, merupakan warga Tegal Sumedang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Dalam melakukan aksinya, papar Indra, tersangka masuk melalui jendela dengan merusak daun jendela tersebut dengan cara dicungkil menggunakan alat berupa pahat. Kemudian, tersangka mengambil barang-barang berupa dua unit HP dan uang tunai sebesar tiga ratus ribu milik korban.

“Dari tangan tersangka dan penadah, petugas berhasil mengamankan satu buah pahat, satu buah gegep, enam unit HP berbagai merk, satu unit sepeda ontel, dan delapan ekor burung merpati,” jelasnya.

Indra menambahkan, pelaku dan penadah diamankan atas dasar laporan dari korban bernama Riki Priatna, warga Kp. Cikaputihan, Desa Cigentur, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung.

Sambung Indra, korban membuat surat laporan dengan No. LP/B/51/X/2020/Resta Bandung/Polsek Paseh, tanggal 23 Oktober 2020 atas nama pelapor Riki Priatna tentang Dugaan Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan.

Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana yang berbunyi ‘Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.’

Sedangkan para penadah dijerat Pasal 481 KUHPidana yang berbunyi ‘Barang siapa menjadikan sebagai kebiasaan dengan sengaja membeli, menukar, menerima gadai, menyimpan atau menyembunyikan barang yang diperoleh dari kejahatan¬† diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun,”. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Luthfi: Dapil 4 Paslon No 2 Bisa Unggul Dalam Suara

Sen Nov 30 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Salah seorang Tim Pemenangan Paslon no urut 2, Yena Iskandar Masoem – Atep Rizal, Dapil 4, dari Fraksi PDI Perjuagan DPRD Kab. Bandung, M. Luthfi Hafiyyan, meyakini akan memperoleh suara unggul dalam perolehan suara. Dia mengakui, cara yang dilakukan untuk peningkatan elektabilitas dan popularitas Paslon usungannya itu, […]