VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Upaya percepatan penyediaan hunian layak terus digencarkan oleh pemerintah melalui Program 3 Juta Rumah. Mendukung pencapaian target ambisius tersebut, PT Motive Mulia (Beton Merah Putih), anak usaha dari PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih), memperkenalkan inovasi teknologi beton modular pracetak sebagai solusi terobosan yang dinilai mampu menjawab tantangan backlog perumahan nasional.
Dalam sesi Media Briefing dan Gelar Wicara Nasional bertajuk ‘Inovasi Beton Modular untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian Perumahan dan Perkotaan Industri (LP3I) dan HUD Institute di Bandung, PT Motive Mulia mengumumkan bahwa mereka kini tengah menjalankan proyek pembangunan 608 unit rumah modular untuk mendukung kawasan industri gula di Merauke, Papua, Rabu (27/06/2025)
Proyek ini menjadi bukti nyata implementasi teknologi beton modular dalam skala besar.
“Kami memahami urgensi kebutuhan akan hunian berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” ujar Akhmad Syamsudin, Direktur Komersial PT Motive Mulia.
“Melalui inovasi beton modular ini, kami ingin berkontribusi langsung dalam program 3 Juta Rumah dengan solusi yang efisien, cepat, dan berkualitas tinggi,” lanjutnya.

Menurut Syamsudin, metode modular memungkinkan pembangunan satu unit rumah diselesaikan dalam hitungan hari—dengan pengurangan durasi konstruksi hingga 50% dibanding metode konvensional.
Komponen rumah diproduksi secara presisi di pabrik dan dirakit di lokasi proyek. Selain efisien, pendekatan ini juga lebih ramah lingkungan, karena mengurangi limbah dan menghemat energi konstruksi.
Komitmen Pemerintah: Kolaborasi dan Standarisasi
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang diwakili oleh Adji Krisbandono, Kepala Subdirektorat Wilayah I, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pembangunan.
“Kami mengapresiasi partisipasi sektor industri seperti Beton Merah Putih. Program 3 Juta Rumah bukan hanya soal kuantitas, tetapi kualitas. Inovasi seperti beton modular ini memberi nilai tambah signifikan dalam hal efisiensi dan keamanan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya standar operasional (SOP) dan pengawasan mutu dalam program pembangunan massal. Pemerintah telah menyiapkan regulasi, mekanisme pelaporan kualitas, serta sertifikasi tenaga kerja untuk menjaga mutu pembangunan.
Perspektif Akademisi: Modular adalah Masa Depan
Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak Prategang Indonesia (IAPPI), Hari Nugraha Nurjaman, menambahkan bahwa penggunaan teknologi modular sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana.
“Beton pracetak memungkinkan kontrol kualitas yang sangat ketat. Komponen sudah teruji di laboratorium, diberi kode produksi, dan memenuhi standar kuat tekan minimal fc’ = 25 MPa, sesuai SNI 2847:2019. Ini bukan hanya cepat, tapi juga aman dan tahan lama,” jelas Hari, yang juga merupakan dosen teknik sipil Universitas Persada Indonesia.
Teknologi ini juga memungkinkan kustomisasi desain rumah sesuai kearifan lokal, seperti yang diterapkan di proyek Merauke. Hal ini penting untuk menjaga kesesuaian budaya dan meningkatkan penerimaan masyarakat.
Membangun Masa Depan: Efisien, Aman, dan Berkelanjutan
Beton Merah Putih berkomitmen untuk terus mendukung program-program pembangunan nasional, termasuk proyek strategis di luar Jawa dan kawasan timur Indonesia.
“Kami akan groundbreaking pembangunan rusunami di kawasan Taman Mini Indonesia Indah pada Oktober 2025 sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah,” ungkap Syamsudin.
Dengan 15 pabrik dan jaringan distribusi nasional, Beton Merah Putih memastikan penyediaan beton modular berkualitas tinggi secara cepat dan merata di seluruh wilayah Indonesia. @ihda