Search
Close this search box.

BGN Klarifikasi Dugaan Dapur Fiktif dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana./visi.news/tangkapan layar youtube @SekretariatPresiden.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membantah tudingan adanya dapur fiktif dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Menurutnya, titik yang disebut fiktif itu sebenarnya adalah calon dapur umum yang masih menunggu proses pembangunan.

“Bukan dapur fiktif. Jadi, kan untuk proses menjadi mitra itu kan mereka mengajukan titik lokasi pembangunan,” kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2025).

Ia menjelaskan, mitra program MBG memang diwajibkan mengajukan titik lokasi sebelum membangun, sehingga wajar jika ada titik yang sudah tercatat tetapi belum beroperasi.

Dadan memaparkan, saat ini ada 14 ribu dapur umum dalam tahap persiapan dan pembangunan, bekerja sama dengan berbagai pihak seperti TNI, Polri, BIN, NU, Muhammadiyah, Kadin, dan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI). Sementara itu, 5.103 dapur sudah beroperasi, melayani 20 juta penerima manfaat di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan.

Sebelumnya, Forum Masyarakat Makan Bergizi Gratis (FMMBG) melaporkan adanya titik dapur fiktif di portal resmi BGN, yang di lapangan ternyata tidak dibangun atau stagnan. Ketua FMMBG Jabar, Ardiansyah, khawatir kondisi ini berpotensi menimbulkan praktik korupsi, kolusi, dan monopoli. Ia mengingatkan, setiap rupiah anggaran harus digunakan sesuai amanat Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2024 untuk menjamin kualitas layanan.

@ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :