Search
Close this search box.

BGN Pastikan MBG Tetap Jalan Selama Libur Nataru, Opsi Delivery Disiapkan

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa selama masa libur Natal dan Tahun Baru di Jakarta, Minggu (21/12/2025)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA — Libur sekolah akhir tahun yang bertepatan dengan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tidak menjadi alasan terhentinya pemenuhan gizi bagi siswa. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dengan skema distribusi yang lebih fleksibel, termasuk opsi pengantaran langsung ke rumah siswa.

Langkah ini menegaskan komitmen negara dalam menjaga asupan gizi anak, meski aktivitas belajar-mengajar dihentikan sementara. Kebijakan tersebut tertuang dalam Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah, yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, pihaknya tengah mengkaji kemungkinan distribusi MBG melalui sistem delivery langsung ke rumah siswa. Skema ini dinilai relevan untuk menjangkau penerima manfaat selama sekolah tidak beroperasi.

“Iya betul, ada wacana delivery MBG. Saat ini sedang dicek kemungkinannya oleh masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ujar Dadan kepada Kompas.com, Minggu (21/12/2025).

Menurut Dadan, keputusan final akan didasarkan pada kesiapan dapur MBG di setiap daerah. Untuk itu, BGN akan menerbitkan surat edaran sebagai dasar pelaksanaan distribusi selama masa libur.

Selama libur sekolah—yang umumnya berlangsung dari 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026—siswa tetap menerima MBG dengan komposisi khusus. Setiap paket terdiri dari satu makanan siap santap dan dua paket kemasan tahan lama, yang dapat disimpan dan dikonsumsi di rumah.

Distribusi dilakukan maksimal dua kali dalam sepekan, baik melalui pengambilan di sekolah maupun metode lain yang disepakati bersama.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan, alternatif pengambilan paket MBG di sekolah tetap dimungkinkan dengan persetujuan pihak sekolah.

“Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Tapi ini sifatnya kesepakatan dengan pihak sekolah. Kalau pihak sekolah tidak mau terima, ya kita tidak memaksa,” kata Nanik.

Baca Juga :  Zeis Zultaqawa: Jembatan Cijeruk Bukan Sekadar Penghubung, Tapi Ikon Kabupaten Bandung

Nanik menambahkan, menu MBG selama libur dirancang agar praktis dan aman dikonsumsi tanpa proses pengolahan ulang.

“Selama libur memperoleh makanan kering, seperti buah, roti buatan UMKM, susu, dan telur, terutama telur asin,” ujarnya.

Pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan gizi anak sekaligus meminimalkan risiko makanan rusak selama penyimpanan.

Sementara itu, BGN memastikan program MBG bagi kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—tetap berjalan normal tanpa terpengaruh libur sekolah.

“Program MBG untuk bumil, busui, dan balita tidak libur. Sedangkan untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah,” tegas Nanik.

Dengan kebijakan ini, BGN berharap tidak ada celah terputusnya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan, selama periode libur panjang akhir tahun. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :