Bhayangkara Solo FC Kerja Sama dengan UNS Pinjam Stadion untuk Berlatih

Editor :
Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho, bersama CEO Bhayangkara Solo FC, Brigjen Pol. Istiono, meninjau lapangan Stadion UNS yang akan dipakai latihan klub Bhayangkara Solo FC/visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

– “Saya berharap, kalau home base klub Bhayangkara Solo FC di Solo bisa juara Liga 1. Doa orang Solo itu mujarab dan Solo sangat bertuah.”

VISI.NEWS – Klub Bhayangkara FC dengan nama baru Bhayangkara Solo FC, dalam kompetisi Liga 1 tahun 2021 mendatang mengambil home base di Kota Solo.

Kepastian pemindahan home base tersebut, diikuti dengan jalinan kerja sama antara manajemen Bhayangkara Solo FC dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk menggunakan Stadion UNS di kampus Kentingan sebagai tempat latihan.

CEO Bhayangkara Solo FC, Brigjen Pol. Istiono, didampingi Manajer Bhayangkara Solo FC, Sumardji, dan Pelatih Bhayangkara Solo FC, Paul Munster, menandatangi perjanjian kerja sama dengan Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, pada Kamis (26/11/2020) petang.

Dalam penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, Prof. Jamal didampingi Wakil Rektor bidang akademik, Prof. Ahmad Yunus, Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan, Dr. Bandi, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof. Sajidan dqn Dekan Fakultas Keolahragaan, Dr. Sapta Kunta.
Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, menyatakan kepada VISI.NEWS, Jumat (27/11 /2020), berpindahnya kandang Bhayangkara Solo FC yang berjuluk “The Guardian” ke Kota Solo akan membawa keberuntungan.

Hal itu karena masyarakat Solo sangat gandrung sepak bola. Dia berharap, Bhayangkara Solo FC dengan dukungan para pecandu bola di Kota Solo, menjadi juara Liga 1 pada musim kompetisi 2021 mendatang.

“Saya berharap, kalau home base klub Bhayangkara Solo FC di Solo bisa juara Liga 1. Doa orang Solo itu mujarab dan Solo sangat bertuah,” ujar Prof. Jamal, bersoloroh.

CEO klub “The Guardian”, Brigjen Pol. Istiono, ketika meninjau lapangan bersama Rektor UNS, mengungkapkan, alasan dipilihnya Solo sebagai kandang Bhayangkara Solo FC karena lokasi Kota Solo berada di tengah Pulau Jawa. Lokasi tersebut membuat jarak tempuh melalui darat saat bermain tandang ke Jawa Timur maupun Jakarta dan Jawa Barat akan lebih pendek dan dapat  mengurangi risiko penyebaran Covid 19 saat ikut kompetisi Liga I.

“Stadion UNS menjadi pilihan kami karena cukup representatif untuk level nasional. Kami akan meningkatkan kualitas rumputnya supaya lebih baik. Di sini juga lengkap karena ada fasilitas penginapan. Untuk latihan harian oke, basecamp juga bagus, dan dukungan Pak Rektor juga luar biasa,” katanya.

Kota Solo yang menjadi basis Bhayangkara Solo FC sekarang, menurut Istiono, dalam sejarah kompetisi sepak bola peminatnya sangat tinggi. Dia berharap, hal itu menjadi motivasi agar dalam kompetisi Liga 1 tahun 2021 nanti Bhayangkara Solo FC bisa masuk 4 besar.

Selama setahun berkandang di Solo, sambungnya, official dan para pemain Bhayangkara Solo FC akan menggunakan fasilitas penginapan di Griya KPRI UNS yang terletak dekat dengan Stadion UNS. Squad Bhayangkara Solo FC termasuk 6 orang pemain andalan, yakni Sani Rizki, Indra Kahfi, Nurhidayat, Ruben Sanadi, Serdy Ephy Fano, dan Lee Yu Jun, menyempatkan diri menjajal Stadion UNS di kawasan kampus Kentingan Solo. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Di Usianya yang ke-63, Majalah Sunda Mangle Tetap Eksis Kunjungi Mitra Pembacanya

Jum Nov 27 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Usia Majalah Mangle telah menginjak 63 tahun sebagai media berbahasa Sunda. Berdiri pada tanggal 21 November 1957, Mangle tetap konsisten dalam misinya melestarikan dan mengembangkan bahasa dan budaya Sunda. Upaya itu patut menjadi kebanggaan sebab Manglé menjadi media yang hidup sejak masa Orde Lama. Apalagi di masa […]