VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT – Mantan Presiden AS Joe Biden akhirnya tampil ke publik dengan pidato pascakepresidenan perdananya, dan ia tidak menahan diri dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Donald Trump yang baru berjalan kurang dari 100 hari pada Selasa (15/4/2025) waktu setempat.
Berbicara di depan peserta konferensi advokat disabilitas di Chicago, Biden menyatakan keprihatinannya terhadap kebijakan yang menurutnya merusak fondasi layanan publik.
“Kurang dari 100 hari, pemerintahan ini sudah melakukan begitu banyak kerusakan dan kehancuran (di AS). Sungguh mengejutkan hal itu bisa terjadi secepat ini,” kata Biden dalam pidatonya, dikutip dari AFP.
Salah satu sorotan utama Biden adalah soal pemangkasan besar-besaran di Badan Jaminan Sosial AS. Ia mengkritik keputusan Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE), yang dipimpin Elon Musk, karena telah memaksa 7.000 pegawai keluar dari lembaga vital itu. Menurut Biden, ini berdampak langsung pada jutaan warga yang bergantung pada tunjangan pensiun dan disabilitas.
Dalam pidatonya, Biden juga menyinggung kondisi ‘situs layanan sosial pemerintah sedang mogok’, menyulitkan para pensiunan untuk mengakses hak-haknya. Ia bahkan menyebut program jaminan sosial ini sebagai ‘rel politik ketiga’, isu yang sangat sensitif bagi para pemilih karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
Tak hanya itu, Biden juga mengecam Sekretaris Perdagangan Trump, Howard Luthnick, yang meremehkan laporan kehilangan cek jaminan sosial dengan menyebutnya sebagai keluhan dari ‘penipu’.
“Bagaimana dengan ibu berusia 94 tahun yang tinggal sendirian? Siapa yang tidak memiliki miliarder dalam keluarga?” ujar Biden.
Ia tetap menegaskan bahwa banyak warga Amerika benar-benar bergantung pada jaminan sosial untuk makan dan bertahan hidup. Lewat pidato ini, ia menegaskan bahwa isu keadilan sosial dan pelayanan publik tetap menjadi perhatian utamanya, bahkan setelah tak lagi menjabat sebagai presiden. @ffr