Biden ‘Terkejut’ atas Temuan Dokumen Rahasia di Kantor Swasta

Editor Presiden Joe Biden mendengarkan selama konferensi pers di Mexico City, Meksiko, 10 Januari 2023./foto ap/via dailysabah.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | AS – Presiden Joe Biden, Selasa, mengatakan dia terkejut mengetahui bahwa dokumen rahasia ditemukan di kantor think tank yang pernah dia gunakan.

Namun, Biden mengatakan dia dan timnya bekerja sama sepenuhnya untuk meninjau apa yang terjadi.

Biden mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers bersama dengan para pemimpin Meksiko dan Kanada bahwa dia menangani dokumen rahasia dengan serius. Ia mengaku tidak mengetahui isi dokumen tersebut.

“Kami bekerja sama sepenuhnya dengan peninjauan, yang saya harap akan segera selesai,” kata Biden.

Seorang Demokrat, Biden telah menghadapi kritik dari Partai Republik setelah Departemen Kehakimannya meluncurkan penyelidikan tahun lalu terhadap penanganan dokumen rahasia mantan Presiden Donald Trump dari Partai Republik yang ditemukan di klub Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach, Florida.

Kasus-kasus berbeda

Pengacara Biden menemukan kurang dari selusin catatan rahasia di dalam kantor think-tank dan memberi tahu Arsip Nasional AS tentang penemuan mereka, menyerahkan materi, dan mengatakan mereka bekerja sama dengan Arsip dan Departemen Kehakiman.

Biden secara berkala menggunakan ruang kantor think-tank dari pertengahan 2017, setelah masa jabatannya sebagai wakil presiden untuk Presiden Demokrat Barack Obama berakhir, hingga dimulainya kampanye presiden 2020.

Sebaliknya, Trump menyimpan ribuan catatan pemerintah, beberapa ratus di antaranya ditandai sebagai rahasia, di dalam kediamannya di Florida selama lebih dari setahun setelah meninggalkan Gedung Putih, dan tidak mengembalikannya segera atau dengan sukarela meskipun ada banyak permintaan dari Arsip Nasional. .

Ketika Trump akhirnya menyerahkan 15 kotak catatan pada Januari 2022, Arsip menemukan lebih dari 100 kotak telah ditandai sebagai rahasia. Ia kemudian merujuk masalah tersebut ke Departemen Kehakiman.

Penyelidik mencoba membuat Trump mengembalikan catatan rahasia yang tersisa melalui panggilan pengadilan dewan juri dan kunjungan ke perkebunan Mar-a-Lago miliknya.

Baca Juga :  9 Agustus, Jemaah Umrah yang Sudah Divaksinasi akan Mulai Berdatangan ke Arab Saudi

Pada kunjungan itu, penasihat Trump mengembalikan beberapa lusin catatan rahasia tambahan dan membuktikan bahwa tidak ada materi rahasia lain yang tersisa di kediaman tersebut.

Mencurigai kemungkinan penghalang keadilan, FBI mencari dan memperoleh persetujuan pengadilan pada bulan Agustus untuk menggeledah rumahnya di Florida, di mana agen menemukan lebih dari 13.000 catatan tambahan, sekitar 100 di antaranya sangat rahasia.

Jaksa Agung AS Merrick Garland menunjuk Penasihat Khusus Jack Smith pada bulan November untuk menyelidiki masalah tersebut.

Untuk membuktikan terjadinya kejahatan, penyelidik memerlukan bukti untuk menunjukkan bahwa Trump atau rekan-rekannya secara sadar dan sengaja menyimpan catatan tersebut dan dengan sengaja berusaha menghalangi penyelidikan departemen untuk mengembalikannya.

Perwakilan Republik Mike Turner dari Komite Tetap Intelijen DPR mengirim surat yang meminta Direktur Intelijen Nasional AS Avril Haines untuk “melakukan tinjauan segera dan penilaian kerusakan” dari kasus dokumen Biden.

“Penemuan informasi rahasia ini akan membuat Presiden Biden berpotensi melanggar undang-undang yang melindungi keamanan nasional, termasuk Undang-Undang Spionase dan Undang-Undang Catatan Kepresidenan,” kata Turner dalam sebuah pernyataan Selasa.

Perwakilan Elise Stefanik, sekutu setia Trump yang memimpin kaukus Partai Republik, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dokumen tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan nasional. Dia menyebutnya “mengganggu” bahwa mereka diserahkan ke Arsip Nasional sebelum pemilihan paruh waktu November “dan Biden DOJ yang korup menutupinya selama dua bulan.”

Biden membela

“Mereka menemukan beberapa dokumen dalam sebuah kotak di dalam lemari yang terkunci, atau setidaknya sebuah lemari. Dan begitu mereka melakukannya, mereka menyadari ada beberapa dokumen rahasia di dalam kotak itu. Dan mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Mereka segera menelepon pihak Arsip,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Sumedang Siapkan Rp 10,8 Miliar untuk Bangun Jalan Usaha Tani

“Saya diberi pengarahan tentang penemuan ini dan terkejut saat mengetahui ada catatan pemerintah yang dibawa ke sana ke kantor itu, tapi saya tidak tahu apa isi dokumen itu,” katanya.

Dia mengatakan pengacaranya menyarankan agar dia tidak menanyakan apa yang ada di dokumen.

“Saya sudah menyerahkan kotak-kotak itu, mereka telah menyerahkan kotak-kotak itu ke Arsip, dan kami bekerja sama sepenuhnya dengan peninjauan, yang saya harap akan segera selesai. Dan akan ada lebih banyak detail pada saat itu,” dia katakan. @fen/ap/reuters/dailysabah.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Presiden Tegaskan Upaya Pemerintah agar Pelanggaran HAM Berat Tidak Terjadi Lagi

Kam Jan 12 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kesungguhan pemerintah agar pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang berat tidak terjadi lagi di tanah air. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi usai menerima Laporan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat Masa Lalu (PPHAM), di Istana Merdeka, […]