VISI.NEWS|BANDUNG –Sorotan di Anfield tak hanya tertuju pada skor akhir, tetapi juga pada satu nama yang tampil menentukan: Hugo Ekitike. Dua golnya membantu Liverpool membalikkan keadaan dan menutup laga melawan Newcastle United dengan kemenangan meyakinkan 4-1.
Penyerang asal Prancis itu tampil sebagai pembeda setelah The Reds sempat tertinggal. Dalam rentang waktu singkat di babak pertama, Ekitike mencetak dua gol yang langsung mengubah arah pertandingan. Salah satunya lahir lewat sprint tajam, melewati bek lawan, lalu penyelesaian cepat yang menggetarkan gawang.
Gol tersebut memicu perbandingan dengan salah satu striker paling ikonik dalam sejarah Liverpool, Fernando Torres. Mantan kapten The Reds, Steven Gerrard, yang menjadi analis pertandingan, tak ragu mengungkapkan kesan tersebut.
“Ini seperti Torres. Dia mengeluarkan bola dari kakinya lalu melakukan toe poke. Setiap kali saya menontonnya, dia mengingatkan saya pada Torres. Gol-golnya mirip. Beri dia ruang, dia akan berlari, terlalu cepat untuk dikejar, dan sangat mematikan,” ujar Gerrard.
“Banyak kesamaan, kecepatan, kekuatan, bisa mencetak gol, bisa memberi assist,” tambahnya.
Meski dibandingkan dengan legenda besar, Ekitike memilih merespons dengan rendah hati. Ia bahkan mengaku tak tumbuh besar dengan rutin menonton Liga Inggris.
“Dulu saya jujur saja tidak bisa menonton Premier League, ibu saya tidak membayar, jadi saya tidak bisa menonton,” ujarnya sambil tersenyum.
“Saya hanya melihat beberapa cuplikan di YouTube. Saya tidak akan pernah menempatkan diri saya di level yang sama dengannya. Dia pemain yang luar biasa. Jika suatu hari saya bisa mencapai levelnya, itu akan luar biasa. Tapi saya harus terus bekerja keras.”
Pelatih Liverpool, Arne Slot, melihat perkembangan Ekitike bukan hanya dari ketajamannya di depan gawang, tetapi juga dari kontribusinya untuk tim secara keseluruhan.
“Lucu, ceria, selalu membawa energi positif di sesi latihan dan juga di stadion karena para suporter mencintainya,” kata Slot.
“Sejak awal semua orang bisa melihat betapa spesial dan cepatnya dia. Itu terlihat jelas di gol keduanya, dia berani duel satu lawan satu dari sisi luar, sesuatu yang sangat sulit di sepak bola modern,” lanjutnya.
Slot menegaskan bahwa peningkatan terbesar Ekitike justru terlihat saat tim tidak menguasai bola.
“Dengan bola dia memang sudah spesial sejak awal. Tapi peningkatan terbesarnya adalah etos kerjanya saat tidak menguasai bola. Itu sangat penting bagi tim yang ingin menekan lawan selama 95 menit,” tegas Slot.
Di tengah pujian dan perbandingan besar, Ekitike memilih tetap membumi. Namun bagi Liverpool, sinarnya di Anfield menjadi sinyal bahwa mereka mungkin sedang menyaksikan lahirnya penyerang baru yang siap menulis kisahnya sendiri.@fajar












