Search
Close this search box.

Bising atau Intoleransi? Bule Ancam Warga dengan Parang Usai Protes Tadarusan di Gili Trawangan

Sejumlah warga berkumpul di sekitar vila tempat seorang WNA perempuan mengancam warga dengan parang di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB, Kamis (19/2/2026) dini hari, usai keributan terkait suara tadarusan musala./source: Youtube.

Bagikan :

VISI.NEWS | LOMBOK – Suasana religius malam Ramadan di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendadak berubah mencekam. Seorang perempuan warga negara asing (WNA) diduga mengamuk dan mengancam warga menggunakan dua bilah parang setelah merasa terganggu suara speaker tadarusan dari musala setempat, Kamis (19/2/2026) dini hari.

Peristiwa bermula saat warga tengah melaksanakan tadarusan. Perempuan tersebut disebut datang dan merusak mikrofon musala karena tidak terima dengan suara pengeras yang dianggap mengganggu. Setelah itu, ia kembali ke vila tempatnya menginap. Namun situasi tak berhenti di sana. Warga mendapati salah satu ponsel milik mereka diduga turut dibawa oleh perempuan tersebut.

Sekitar pukul 00.30 Wita, sejumlah warga mendatangi vila untuk mengambil kembali ponsel tersebut. Ketegangan kembali pecah ketika perempuan itu keluar dari vila sambil membawa senjata tajam.

“Kita minta stafnya buat gedor, akhirnya setelah 10 menit baru dia keluar, tapi ngancam bawa parang. Dia bilang ‘what do you want’ sambil dia acungkan parangnya,” ujar Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, dilansir detikBali.

Menurut Husni, perempuan itu tidak hanya membawa satu, melainkan dua parang. Ia bahkan sempat mengejar warga yang datang dengan maksud mengambil ponsel tersebut.

“Dua (parang) dipakai ngancem warga itu sambil dia lari. Dia kejar warga, akhirnya kan beberapa warga takut. Padahal kan hanya mau ngambil HP yang dia ambil itu,” tuturnya.

Warga yang panik berusaha meredakan situasi dan merebut senjata tajam tersebut. Dalam insiden itu, hanya satu parang yang berhasil diamankan, sementara satu lainnya masih berada di tangan perempuan tersebut sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan.

Baca Juga :  ODGJ Bacok Warga Gunungguruh Sukabumi, Korban Alami Luka di Leher

Peristiwa ini menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat Gili Trawangan yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata internasional dengan kehidupan sosial yang relatif harmonis antara warga lokal dan wisatawan mancanegara. Aparat setempat dikabarkan telah turun tangan untuk menangani insiden tersebut dan melakukan pendalaman terkait dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam.

Kejadian ini sekaligus menjadi sorotan mengenai batas toleransi dan komunikasi di kawasan wisata yang mempertemukan beragam latar belakang budaya dan kebiasaan, terutama dalam momentum keagamaan seperti Ramadan. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :