Search
Close this search box.

Bitcoin Ambruk, Rp1.700 Triliun Lenyap Sehari

Ilustrasi. /CNBC.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Harga bitcoin anjlok ke level terendah sejak April setelah aksi ambil untung pemegang lama bertabrakan dengan menipisnya likuiditas dan mandeknya aliran modal baru ke pasar kripto.

Pada perdagangan Sabtu, bitcoin terperosok lebih dari 10 persen ke kisaran US$75.700. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi yang telah menghapus lebih dari 30 persen nilai bitcoin sejak puncaknya pada April 2025.

Tekanan jual juga menyeret aset kripto utama lain. Ether sempat turun hingga 17 persen, sementara Solana anjlok lebih dari 17 persen, menandakan pelemahan terjadi secara menyeluruh di pasar kripto.

Dalam 24 jam terakhir, sekitar US$111 miliar atau setara lebih dari Rp1.700 triliun kapitalisasi pasar kripto menguap. Pada periode yang sama, sekitar US$1,6 miliar posisi berleverage—baik long maupun short—terlikuidasi, terutama pada bitcoin dan ether.

Analis menilai kejatuhan ini terjadi di tengah likuiditas pasar yang semakin tipis dan minat beli yang melemah. Kondisi tersebut mencerminkan pasar yang kesulitan menarik modal segar, meski bitcoin sebelumnya sempat menikmati reli besar berkat ETF spot.

CEO CryptoQuant Ki Young Ju menyebut kapitalisasi terealisasi bitcoin cenderung stagnan, menandakan tidak adanya arus uang baru yang signifikan. “Ketika market cap turun tanpa realized cap naik, itu bukan pasar bullish,” ujarnya, dikutip dari Coindesk, Minggu (1/2/2026).

Menurut Ju, pemegang bitcoin jangka panjang mulai merealisasikan keuntungan setelah reli besar sepanjang 2024 yang dipicu ETF dan pembelian agresif oleh MicroStrategy. Namun, aksi ambil untung ini kini berhadapan dengan perlambatan tajam permintaan.

Meski begitu, Ju menilai kejatuhan ekstrem hingga 70 persen ala siklus kripto sebelumnya kecil kemungkinannya terjadi, kecuali jika MicroStrategy mulai menjual kepemilikan bitcoinnya. Tekanan jual tetap tinggi, membuat pasar belum menemukan dasar harga yang jelas.

Baca Juga :  OCBC Danai Proyek Hijau PT Investasi Hijau Selaras

Ke depan, analis memperkirakan bitcoin tidak akan bangkit cepat. Alih-alih reli tajam, pasar diprediksi bergerak mendatar dalam periode konsolidasi panjang, mencerminkan fase “lelah” setelah euforia kripto tahun lalu.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :