VISI.NEWS | BANDUNG – Pasar kripto menunjukkan pergerakan yang menarik, khususnya untuk Bitcoin (BTC) yang berada di dalam pola yang memberikan peluang trading pada Senin (8/12/2025) time frame 4 jam. Secara fundamental, haghlight dari Indodax menunjukkan beberapa perusahaan besar memberikan dukungan positif terhadap aset kripto, sementara dari sisi teknikal, BTC menunjukkan potensi untuk menguat setelah terkoreksi.
Vanguard, salah satu perusahaan manajemen investasi global, baru-baru ini membuka akses bagi kliennya untuk membeli ETF/mutual fund yang melibatkan Bitcoin, Ethereum, dan kripto besar lainnya. Meski demikian, Vanguard menegaskan tidak berniat untuk meluncurkan produk kripto mereka sendiri dan tetap menghindari koin dengan volatilitas ekstrem atau spekulatif.
JPMorgan, perusahaan jasa keuangan raksasa asal AS, juga memberikan pandangan positif terhadap Bitcoin. Menurut mereka, BTC saat ini masih “undervalued” jika dibandingkan dengan emas. Dengan volatilitas yang lebih rendah daripada emas, Bitcoin diperkirakan bisa mencapai harga “wajar” sekitar US$ 170,000 dalam 6-12 bulan ke depan, asalkan sebagian aliran investasi yang biasanya menuju emas mulai mengalir ke BTC.
Eric Balchunas, analis ETF senior di Bloomberg Intelligence, menambahkan bahwa Bitcoin tidak lagi bisa dibandingkan dengan gelembung Tulip Mania pada abad ke-17. Bitcoin telah bertahan selama 17 tahun dan melewati berbagai crash besar, sedangkan gelembung tulip meledak hanya dalam tiga tahun. Menurutnya, Bitcoin kini lebih sebanding dengan aset non-produktif lainnya seperti emas, lukisan, atau koleksi langka.
Highlight Teknikal BTC Time Frame 4 Jam
Secara teknikal, Bitcoin di time frame 4 jam pada 8 Desember 2025 menunjukkan beberapa level yang dapat dijadikan acuan untuk trading. Dengan harga terkini sekitar IDR 1,506,540,000, BTC sedang berada di area support yang bisa menjadi peluang untuk membeli. Jika harga kembali terkoreksi menuju level tersebut dan terbentuk candlestick reversal, posisi beli dapat diambil untuk menargetkan harga IDR 1,566,801,000 sebagai area resistance atau Lower High/Higher High.
Bitcoin saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi dengan pola Doji jenuh di time frame bulanan, yang menunjukkan potensi sideways dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, investor dapat menunggu konfirmasi lebih lanjut pada time frame daily untuk memastikan momentum pembelian.
Potensi Ethereum (ETH) dan Altcoin
Sementara itu, Ethereum (ETH) juga menunjukkan perkembangan positif di pasar kripto. Fundamental Ethereum semakin mengungguli Bitcoin, khususnya setelah masuknya dana besar ke dalam ETF Spot ETH, yang tercatat menerima $360 juta dalam dua minggu terakhir, dibandingkan dengan $120 juta untuk BTC. Ini menunjukkan adanya minat yang lebih besar terhadap ETH di kalangan investor.
Selain itu, perbandingan ETH/BTC menunjukkan bahwa ETH kembali berada di atas 200 day SMA, sinyal kuat bahwa ETH bisa terus menguat terhadap BTC dalam jangka pendek. Dukungannya datang dari keputusan Bank Sentral AS, The Fed, yang resmi menghentikan program Quantitative Tightening (QT) pada 1 Desember 2025, memberi harapan baru bagi reli altcoin pada 2026.
Di sisi teknikal, ETH juga menunjukkan potensi kenaikan. Pada time frame 4 jam, Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar IDR 51,287,000 dan jika terjadi koreksi lebih lanjut, level ini bisa menjadi area entry yang menarik. Pembelian bisa dilakukan jika terbentuk candlestick reversal di level support ini. Target profit untuk ETH berada di IDR 53,338,000, yang merupakan area resistance utama.
Dengan koreksi yang terkonfirmasi dan pembalikan harga, ETH berpotensi bergerak lebih tinggi, mengingat indikator teknikal dan fundamental yang mendukung pertumbuhannya. Seperti halnya BTC, bagi para investor ETH, posisi buy di support dan sell di resistance merupakan strategi yang efektif.
@uli
Disclaimer
Namun, perlu dicatat bahwa segala bentuk transaksi aset kripto mengandung risiko tinggi dan bisa berujung pada kerugian. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan riset mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum membuat keputusan investasi. Publikasi ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi dan tidak boleh dianggap sebagai penawaran untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu.












