VISI.NEWS | BANDUNG – Bitcoin mengalami lonjakan harga tajam di atas $102.000 setelah sempat turun ke bawah $101.000 dalam sesi perdagangan yang sangat fluktuatif dan penuh tekanan. Penurunan tajam ini dilansir dari Coindesk, Senin (23/6/2025), dipicu oleh kekhawatiran geopolitik, namun segera dibalikkan oleh lonjakan volume pembelian yang signifikan.
Aksi Jual karena Ketakutan Perang Dinilai Keliru
James Lavish, mitra pengelola dari Bitcoin Opportunity Fund, memberikan tanggapan keras terhadap aksi jual Bitcoin yang didorong oleh kekhawatiran perang. Dalam unggahan di platform X, ia menulis:
- “Jika Anda menjual Bitcoin karena takut dunia akan berperang, Anda sama sekali tidak memahami apa yang Anda miliki.”
Pernyataan Lavish ini bertepatan dengan momen rebound harga Bitcoin, yang mendapat dukungan volume perdagangan tinggi pada tengah malam, membantu mendorong harga kembali naik ke atas $102.800.
Data Perdagangan dan Analisis Teknis
Rentang harga 24 jam: $100.962 (terendah) hingga $103.970 (tertinggi), dengan harga terakhir di atas $102.800.
Penurunan: Bitcoin turun 2,9% dari $103.970 menjadi $100.962 sebelum pulih kembali.
Volume puncak: Terjadi lonjakan volume hingga 17.906 BTC saat pemulihan berlangsung.
Periode pemulihan tercepat: Terjadi antara pukul 05:57 dan 06:00, ketika harga naik dari $102.767 menjadi $102.912, didorong oleh volume lebih dari 150 BTC per menit.
Volume pemulihan tertinggi: Mencapai 184,24 BTC, mendorong harga mendekati $102.990.
Konsolidasi harga: Terjadi di kisaran $102.680–$102.720 sebelum breakout.
Support baru: Mulai terbentuk di sekitar $102.870 saat volatilitas mereda.
Situasi Pasar Saat Ini
Rentang harga $100.000–$110.000 telah menjadi batas perdagangan Bitcoin selama hampir satu bulan terakhir. Data on-chain menunjukkan bahwa pasar berada dalam kondisi seimbang — tidak terjadi aksi ambil untung berlebihan, namun juga tidak ada akumulasi agresif.
Sementara itu, data derivatif menunjukkan bahwa pelaku pasar tetap berhati-hati, dengan minat tinggi terhadap perlindungan terhadap penurunan harga.
@uli