Search
Close this search box.

Bitcoin Terkoreksi, Emas Kian Bersinar di Tengah Gejolak Global

Bitcoin melemah, sementara emas menunjukkan penguatan signifikan sebagai aset lindung nilai utama. /visi.news/artificial intellegence

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Ketegangan geopolitik global kembali mengguncang pasar keuangan dan memunculkan perbedaan tajam antara kinerja bitcoin dan emas. Dalam situasi penuh ketidakpastian, bitcoin justru melemah, sementara emas menunjukkan penguatan signifikan sebagai aset lindung nilai utama.

Sejak memanasnya tensi geopolitik terbaru, nilai bitcoin tercatat turun sekitar 6,6 persen. Pada saat yang sama, harga emas justru melonjak hingga 8,6 persen dan mendekati level tertinggi baru, menegaskan posisinya sebagai aset aman di tengah tekanan pasar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam praktiknya, bitcoin belum sepenuhnya berfungsi sebagai “emas digital” seperti yang selama ini digadang-gadang. Di saat pasar bergejolak, investor cenderung menjual bitcoin terlebih dahulu untuk mendapatkan likuiditas cepat.

Secara teori, bitcoin seharusnya diuntungkan dalam kondisi penuh ketidakpastian karena sifatnya yang tahan sensor dan dianggap sebagai bentuk uang yang kuat. Namun realitas pasar berkata lain, di mana aset kripto ini justru menjadi pilihan utama untuk dilepas ketika investor membutuhkan dana tunai.

Gejolak terbaru dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik dalam sepekan terakhir, termasuk ancaman tarif oleh mantan Presiden AS Donald Trump terhadap sekutu NATO terkait Greenland serta spekulasi potensi aksi militer di kawasan Arktik. Situasi ini mendorong pasar global terkoreksi dan volatilitas melonjak.

Menurut laporan NYDIG, sejak 18 Januari atau sejak ancaman tarif tersebut mencuat, bitcoin mengalami tekanan jual yang konsisten. Sementara itu, emas terus menguat karena dipandang lebih stabil dan mampu mempertahankan nilai di tengah risiko jangka pendek.

Kepala Riset Global NYDIG, Greg Cipolaro, menyebut bitcoin saat ini lebih berperan layaknya “ATM” bagi investor. Likuiditas tinggi, perdagangan tanpa henti, dan penyelesaian instan membuat bitcoin mudah dijual untuk menutup kebutuhan kas saat pasar panik.

Baca Juga :  Mori Hanafi Desak Mempercepat Pembangunan Pintu Tol Akses Whoosh untuk Karawang

Di sisi lain, emas justru cenderung disimpan, bukan dilepas. Bank sentral dunia bahkan tercatat terus menambah cadangan emas pada level rekor, menciptakan permintaan struktural yang kuat. Sebaliknya, data on-chain menunjukkan pemegang jangka panjang bitcoin mulai melepas asetnya, menekan dukungan harga.

Cipolaro menilai perbedaan ini juga dipengaruhi oleh cara pasar memandang risiko saat ini. Emas unggul sebagai lindung nilai untuk guncangan jangka pendek seperti konflik dan kebijakan tarif, sementara bitcoin dinilai lebih cocok menghadapi ketidakpastian jangka panjang, seperti krisis utang dan erosi kepercayaan terhadap mata uang fiat yang berlangsung bertahun-tahun.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :