BNN Kota Tasikmalaya Tangkap 2 Pengedar Ganja, Barang Bukti 1,25 Kg Ditemukan di Kandang Ayam

Badan Narkotik Nasional Kota Tasik saat gelar perkara penangkapan bandar narkoba./visi.news/ayi kuraesin.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya menangkap dua pengedar narkoba jenis ganja dan sabu, Senin (6/7) kemarin. Mereka berinisial J (47) warga Kecamatan Cibeureum dan E (39) asal Kecamatan Cipedes ditangkap di rumahnya masing-masing.

Dari keduanya petugas menyita sebanyak 1,25 kilogram ganja siap edar dan 2 gram sabu sisa penjualan. Barang tersebut berhasil disita dari sebuah kandang ayam belakang rumah bandar saat dilakukan penggerebekan.

Kepala BNN Kota Tasikmalaya, Tuteng Budiman mengatakan, penangkapan kedua tersangka ini berdasarkan hasil penyelidikan setelah ada pengaduan dari masyarakat. Selanjutnya, pihaknya melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap peredaran narkoba di wilayah Tasikmalaya.

“Dalam tahun 2020 ini, telah mengungkap enam kasus dan kasus ini merupakan kasus terbesar karena kami berhasil menangkap tersangka seorang bandar dan kurir dengan barang bukti 1,25 kilogram dan 2 gram sabu-sabu sisa penjualan,” ucap Tuteng kepada wartawan saat Pres Realese di kantornya, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa (7/7).

Menurutnya, tiga tersangka yang ditangkap ini berinisial J (47) dan E (39), mengedarkan ganja dengan cara dikemas dalam kertas koran dan dijual dengan harga Rp 400.000. Saat digeledah, barang bukti ditemukan dari kandang ayam belakang rumah bandar. Barang itu sengaja disimpan di kandang ayam untuk mengelabui petugas.

Bandar yang ditangkap ini memang sudah lama dikenal di kalangan para pemakai ganja di wilayah Priangan Timur. Sesuai pengakuan para tersangka, selama ini memasarkan barang haramnya kepada para konsumen di seluruh daerah se-Priangan Timur, Jawa Barat.

“Selain barang bukti narkoba, kita juga menyita 3 KTP yang salah seorang tersangka memiliki 2 KTP yakni sang bandar. 4 kartu ATM dan uang tunai sebanyak Rp 70.000,” tuturnya.

Dikatakan Tuteng, modus penjualan yang dilakukan oleh 2 tersangka yang merupakan residivis kasus yang sama ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai sistem tempel atau bertemu langsung dengan para pembelinya. Adapun, asal barang yang didapatkan oleh bandar narkoba ini masih dikembangkan dan terus diselidiki lebih lanjut oleh petugas BNN.

“Awalnya, anggota menangkap saudara inisial E saat akan menjual. Selanjutnya dikembangkan, hingga akhirnya berhasil menangkap J yang merupakan bandarnya. Tersangka J merupakan residivis dengan kasus yang sama,” kata Tuteng.

Dijelaskan dia, kini keduanya ditahan di sel BNN Kota Tasikmalaya untuk diproses lebih lanjut. Keduanya diancam dengan Pasal 111, Pasal 112 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara sampai seumur hidup.

“Karena sudah beberapa kali residivis, bisa saja dikenakan hukuman seumur hidup,” ungkapnya. @akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ridwan Kamil Hentikan semua Proyek

Sel Jul 7 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mengatakan, keselamatan warga harus  diutamakan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tengah pandemi covid-19. “Kami harus memastikan keselamatan warga, apalagi Jabar penduduknya terbesar se-Indonesia, jumlah pemilih tetap mencapai 33 juta,” katanya. dalam rapat dengar pendapat […]