BNN Kuningan Perkuat Kerja Sama Perangi Narkoba

Editor Kegiatan Konsolidasi Kebijakan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) pada Ligkungan Pemerintah./via kuningankab.go.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | KUNINGAN – Permasalahan Narkoba terus berkembang, salah satu sebab kurangnya daya mobilisasi gerakan penaganan narkoba. Untuk itu, perlu keterlibatan seluruh komponen dalam berperan serta penanganannya secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaiakan Sekda Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si pada kegiatan Konsolidasi Kebijkan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) pada Ligkungan Pemerintah.

Ia membahas materi peran aktif instansi pemerintah, swasta, tokoh, masyarakat-agama, pendidikan dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelan Narkoba (P4GN)

Sekda Dian mengatakan, salah satunya melalui Program P4GN yang digulirkan oleh BNN, perlu dilakukan dengan berfokus pada kegiatan pencegahan sebagai upaya menjadikan masyarakat memiliki pola pikir, sikap, dan terampil menolak penyalahgunaan narkoba, begitu juga di lingkungan pemerintahan dengan melakukan sosiaslisasi ke setiap SKPD.

Untuk peran serta masyarakat dalam penanganan Narkoba, Sekda Dian menerangkan, dilihat dari kondisi eksisting bahwa pendidikan antinarkoba di seluruh strata pendidikan belum dapat dilaksanakan dengan baik secara masif, dan komprehensif.

Masih kuatnya pemikiran bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan aib sehingga keluarga pecandu menutupi aib dan tidak merehabilitasinya.

“Masih rendahnya melaporkan diri ke PWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) untuk mendapatkan perawatan dan masih rendahnya komitmen seluruh komponen bangsa untuk turut serta berpartisipasi melaskanakan P4GN,” ungkapnya.

Dia menyebut, pencegahan narkoba bagi remaja, bisa mengisi waktu dengan aktif dalam pelatihan keterampilan, punya kegiatan alternatif seperti kegiatan olahraga, kesenian dan lainnya.

“Bergabung dalam kegiatan komunitas produktif, positif, dan kreatif,” imbuhnya.

Untuk peran otang tua, ia mengatakan bisa menciptakan rumah yang sehat, serasi, harmonis, cinta, kasih sayang, dan komunikasi terbuka, mengasih dan menididik anak yang baik.

“Memberikan pendidikan agama/nilai-nilai sosial yang baik,” imbuhnya lagi.

Baca Juga :  Cabor Loncat Indah Kab Garut Sukses Raih 4 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu

Sementara peran tokoh masyarakat dan pemerintah dalam pencegahan narkoba, dikatakan Sekda Dian, mengikutsertakan warga dalam pengawaasan narkoba dan pelaksanaan undang-undang.

Selain itu mengadakan penyuluhan, kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba, merujuk korban ke tempat pengobatan, merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinir program-program pencegahan penyalahgunaan narkoba. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

KPK Kembali Bahas 4 Isu Prioritas Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

Jum Sep 23 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali akan melanjutkan pembahasan empat isu prioritas yang menjadi dokumen akhir dari Presidensi Indonesia pada putaran ke-3 G20 Anti-Corruption Working Group (ACWG). Pertemuan terakhir yang akan diselenggarakan secara virtual pada tanggal 26 sampai 29 September 2022, akan kembali diikuti oleh 20 […]