VISI.NEWS | BANDUNG – Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, pemimpin kartel narkoba paling diburu di Meksiko dan Amerika Serikat, tewas setelah operasi militer besar-besaran di negara bagian Jalisco pada Minggu waktu setempat. Kematian bos Jalisco New Generation Cartel (CJNG) itu menjadi pukulan telak bagi jaringan kriminal paling kuat di Meksiko, sekaligus kemenangan simbolik bagi pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum di tengah tekanan dari Washington.
Oseguera, mantan polisi yang kemudian berbalik menjadi gembong narkotika, selama bertahun-tahun memimpin CJNG hingga berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling brutal dan berpengaruh di Meksiko. Ia tewas setelah mengalami luka serius dalam baku tembak dengan pasukan militer di Tapalpa, Jalisco. Kementerian Pertahanan Meksiko menyebut Oseguera dan dua orang lainnya meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City untuk mendapatkan perawatan.
Dalam operasi tersebut, empat anggota kartel tewas di lokasi kejadian, sementara tiga personel militer Meksiko mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Pemerintah Meksiko menyatakan bahwa informasi pelengkap dari otoritas Amerika Serikat turut membantu jalannya operasi, meski pejabat pertahanan AS menegaskan bahwa keberhasilan misi sepenuhnya merupakan hasil kerja militer Meksiko.
“Namun saya ingin menekankan bahwa ini adalah operasi militer Meksiko, sehingga keberhasilannya adalah milik mereka,” ujar seorang pejabat pertahanan AS.
Tak lama setelah kabar kematian El Mencho tersebar, gelombang kekerasan pecah di sejumlah negara bagian, termasuk Jalisco, Michoacán, dan Guanajuato. Kelompok kriminal diduga membakar bus, memblokade jalan raya, serta membakar sejumlah toko dan apotek sebagai bentuk balasan. Asap tebal terlihat membumbung di berbagai titik di Puerto Vallarta, kota resor populer di pesisir barat Meksiko yang banyak dikunjungi wisatawan Amerika Serikat.
Departemen Luar Negeri AS segera mengeluarkan peringatan bagi warganya agar “mencari perlindungan dan tetap berada di rumah atau hotel sampai pemberitahuan lebih lanjut.” Sejumlah maskapai internasional seperti Delta Air Lines, Alaska Airlines, American Airlines, dan Air Canada membatalkan penerbangan menuju Puerto Vallarta dan Guadalajara, membuat sebagian wisatawan terjebak sementara waktu.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kepanikan di Bandara Internasional Guadalajara, di mana para penumpang berlindung di dekat garbarata dan berlari melintasi terminal. Di Puerto Vallarta, sekelompok orang terlihat dievakuasi melintasi landasan pacu bandara. Meski demikian, Otoritas Penerbangan Sipil Federal Meksiko menyatakan operasional bandara di Guadalajara, Puerto Vallarta, dan Tepic telah kembali normal pada Minggu sore.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, mengimbau warga untuk tetap berada di rumah dan menangguhkan layanan transportasi publik hingga situasi terkendali. Ia menyebut kekerasan telah menyebar ke sedikitnya lima negara bagian dan meminta masyarakat menghindari perjalanan melalui jalan tol.
Presiden Sheinbaum memuji koordinasi lintas lembaga dalam operasi tersebut.
“Kami bekerja setiap hari untuk perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan Meksiko,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aktivitas di sebagian besar wilayah negara tetap berjalan normal meskipun terjadi gangguan di beberapa titik.
El Mencho selama ini menjadi buronan utama pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat. Pada 2018, otoritas Meksiko menawarkan hadiah 30 juta peso untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya. Pemerintah AS bahkan menawarkan imbalan hingga 15 juta dolar AS. Pada 2022, Departemen Kehakiman AS mendakwanya atas tuduhan memimpin produksi dan distribusi fentanil ke Amerika Serikat. Setahun kemudian, ia diklasifikasikan sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus oleh Departemen Luar Negeri AS.
Kematian El Mencho terjadi di tengah tekanan politik dari Presiden AS Donald Trump yang kembali menjabat dan secara terbuka mendesak Meksiko menunjukkan hasil konkret dalam memberantas kartel narkoba. Trump bahkan sempat mengisyaratkan kemungkinan perluasan kampanye militernya terhadap kelompok kriminal Meksiko.
Sheinbaum sebelumnya berhati-hati terhadap strategi “memenggal kepala” kartel, karena berpotensi memecah organisasi menjadi faksi-faksi kecil yang justru memicu kekerasan baru. Namun, operasi terhadap El Mencho menunjukkan pendekatan yang lebih tegas sekaligus memperlihatkan peningkatan kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat.
Di tengah kekacauan itu, suara warga sipil mencerminkan campuran ketakutan dan kesedihan. Carlos Navarro, warga negara ganda AS-Meksiko berusia 54 tahun, terjebak di Guadalajara saat hendak mengunjungi keluarganya. Setelah bus yang hendak ditumpanginya dibatalkan akibat pembakaran, ia berlindung di sebuah toko ritel.
“Anda sering mendengarnya di berita, tetapi sangat berbeda ketika mengalaminya sendiri. Ini sangat sulit karena membuat Anda sangat sedih. Saya mencintai negara saya,” katanya.
Kematian El Mencho mungkin menjadi kemenangan strategis bagi pemerintah, tetapi gejolak yang menyusul menunjukkan bahwa perang melawan kartel di Meksiko masih jauh dari kata selesai. @kanaya