Bos PO Pelangi Gembong Narkoba Diancam Pasal Berlapis

Barang bukti sabu-sabu seberat 13 kilogram yang dikemas menjadi 13 bungkus kemasan teh cina warna hijau dalam karung saat akan dibawa ke BNNP Jawa Barat/visi.news/ayi kuraesin
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Pemilik Perusahaan Otobus (PO) Pelangi atau PT Pelangi Atra Kana berinisial F, ditetapkan tersangka pengendali peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 13 kilogram yang disembunyikan dalam salah satu bus miliknya. F ditetapkan tersangka bersama tiga tersangka lainnya oleh Badan Nasional Narkotika (BNN) Republik Indonesia.

Atas perannya itu, bos PO Pelangi tersebut terancam dijerat pasal berlapis, yakni Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Khusus F yang berperan sebagai pengendali akan dijerat dan dikenai pasal berlapis. Selain dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tersangka juga akan dijerat dengan UU Nomor 25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” kata Kepala BNN Perwakilan Jawa Barat, Brigadir Jenderal Sufyan Syarif, lewat pesan singkat WhatsApp, Sabtu (19/9) sore.

Menurut dia, penangkapan tersangka langsung dilakukan BNN di Tanggerang tak berselang lama seusai tim BNN dibantu Polresta Tasikmalaya menghadang satu unit bus Pelangi bernomor polisi BL 7308 AK pembawa belasan kilogram sabu di Jalan Raya Rajapolah, tepatnya depan RM Adhari, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (16/9) lalu.

Selanjutnya, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan Medan – Tasikmalaya itu diamankan di Mako Polsek Rajapolah, Polresta Tasikmalaya guna dilakukan penggeledahan.

Selain itu, BNN juga mengamankan seorang pria berinisial ED asal Tasikmalaya, sopir bus berinisial HR asal Medan dan kernet bus AM asal Medan. BNN menyita sabu-sabu dengan jumlah cukup besar yakni seberat 13 kilogram yang dikemas menjadi 13 bungkus kemasan teh cina warna hijau dalam karung.

Diperkirakan dalam satu kemasan itu seberat satu kilogram dan dimasukkan ke dalam karung. Barang haram tersebut disembunyikan dalam bagian bawah lorong bus yang telah dimodifikasi tepatnya di dekat jok dekat sopir.

“Jadi tersangka gembong narkoba yang dikendalikan F. Kini BNN baru menetapkan tersangka berjumlah 4 orang termasuk F. BNN masih kembangkan kasusnya,” tuturnya.

Barang bukti sabu-sabu seberat 13 kilogram yang disita di Tasikmalaya ini, masih berkaitan dengan pengungkapan kasus kiloan sabu oleh BNN di Palembang, Sumatra Selatan.

Pengiriman sabu oleh bus Pelangi milik F di dua daerah tersebut masih dilakukan oleh bus jurusan Medan-Tasikmalaya bernomor polisi BL 7308 AK hanya berpenumpang satu orang, sopir dan kernet yang telah ditangkap saat sampai Tasikmalaya.

“Penyidikan kasus tersebut kini ditangani BNN RI dan masih terus dikembangkang. Kasus di Rajapolah, Tasikmalaya, masih terkait dengan yang diungkap di Palembang karena masih nyambung,” jelas Sufyan.

Sampai saat ini para tersangka berikut barang bukti 13 kilogram sabu dan satu unit bus Pelangi telah dibawa ke Jakarta.

Di Mako Polsek Rajapolah, pihak BNN hanya ikut memintai keterangan para tersangka awak bus dan menggeledah pencarian barang bukti 13 kilogram sabu.

“Sudah diamankan di Jakarta semua,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Narkotika jenis sabu-sabu seberat 13 kilogram siap edar berhasil disita petugas Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama dengan BNN Jawa Barat dan Polsek Rajapolah Polresta Tasikmalaya, Rabu (16/9) sore.

Diduga, barang haram senilai miliaran rupiah tersebut akan diedarkan di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

Sabu tersebut disita setelah petugas berhasil menangkap tiga tersangka. Ketiga tersangka belum dirilis secara resmi oleh BNN. Namun berdasarkan informasi ketiganya yakni berinisial HR (48) warga Medan, AM (41) warga Medan dan ED (47) warga Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu informasi di lapangan, pada hari Rabu (16/9) sekira pukul 15 petugas berpakaian preman tiba-tiba menghentikan sebuah bus PO Pelangi di Jalan Raya Rajapolah, tepatnya depan RM Adhari, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Diawali kejar-kejaran antara sebuah mobil mini bus dengan bus Pelangi dengan nomor polisi BL 7308 AK, petugas berhasil menghadang bus. Kejadian itu sempat menghebohkan warga sekitar. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kasus Covid-19 di Kab. Bandung, Cileunyi Tertinggi Rancabali Sepi

Sab Sep 19 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Hingga Sabtu (19/9), di wilayah Kabupaten Bandung, Kecamatan Cileunyi, tertinggi dalam penyebaran virus corona alias Covid -19. Untuk menekan atau memutus mata rantai Covid-19 di wilayah Cileunyi, jajaran Muspika Cileunyi dengan dinas dan instansi terkait gencar melakukan pengawasan protokol kesehatan. Selain pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan, […]