Search
Close this search box.

BPS: Ekspor Batu Bara Turun Tajam, CPO Justru Menguat

foto lokasi lahan tambang mineral dan batubara, Sumber : Katadata

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren berlawanan antara dua komoditas ekspor utama Indonesia pada semester I 2025. Ekspor batu bara mengalami penurunan signifikan, sementara ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) justru mencatat pertumbuhan positif.

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkap bahwa batu bara menjadi satu-satunya komoditas nonmigas unggulan yang mengalami penurunan nilai ekspor secara kumulatif sebesar 21,09 persen. Sebaliknya, nilai ekspor CPO dan produk turunannya tumbuh 24,81 persen.

Pada Januari–Juni 2025, volume ekspor batu bara tercatat turun 6,33 persen menjadi 184,19 juta ton, dengan harga rata-rata anjlok 15,86 persen ke angka US$64,99 per ton. Di sisi lain, harga CPO melonjak 22,21 persen menjadi US$1.053,03 per ton, disertai kenaikan volume ekspor dari 10,72 juta ton menjadi 11 juta ton.

Meski terjadi penurunan di sektor batu bara, neraca perdagangan Indonesia tetap surplus US$4,10 miliar pada Juni 2025. Angka ini sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$4,30 miliar. Secara kumulatif, total surplus sepanjang semester I 2025 mencapai US$19,48 miliar, menandai surplus bulanan ke-62 secara berturut-turut sejak Mei 2020.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi penurunan tersebut dengan santai. Ia menegaskan bahwa selama Indonesia tetap mencatat surplus, situasi masih berada dalam kendali.

“Ya enggak apa-apa (surplus turun), yang penting surplus,” ujarnya di Jakarta.

Airlangga menyebut dua faktor utama yang memengaruhi kinerja ekspor yakni naiknya tarif impor dari Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, serta tren penurunan harga komoditas global.

@ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :