VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung resmi melantik pengurus baru Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bandung periode 2025-2029 dalam sebuah acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Bandung pada Senin (8/9/2025) Sore.
Brigjen TNI (Purn) Patut Sudarsono dipercaya memimpin forum strategis ini sebagai Ketua FKDM yang baru. FKDM dibentuk sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, sosial, maupun politik yang muncul di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Brigjen Patut menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
“Slogan ‘Warga Jaga Warga’ adalah pengingat bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga ketentraman lingkungan. Tugas FKDM adalah memperkuat sinergi antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah, agar lebih sigap dalam menghadapi potensi gangguan sejak dini,” ujar Patut seusai pelantikan.
Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan FKDM adalah konsolidasi internal karena sebagian besar pengurus merupakan wajah baru. Setelah itu, akan dilakukan pembekalan dasar tentang kewaspadaan dini kepada para relawan yang tersebar di 30 kecamatan, sebelum mereka diterjunkan langsung ke wilayahnya masing-masing.


“Kami memiliki jaringan kewaspadaan di setiap kecamatan, masing-masing terdiri dari tiga orang yang ditunjuk berdasarkan SK Camat. Mereka akan jadi ujung tombak dalam mendeteksi dan melaporkan potensi ancaman sejak dini,” tambahnya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pengurus baru FKDM dan menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk menjaga stabilitas kota.
“Kota Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat memiliki peran strategis. Semua simbol negara dan infrastruktur vital ada di sini. Maka kewaspadaan dini menjadi kunci untuk mencegah konflik dan menjaga ketertiban bersama,” ucap Farhan.
Farhan juga menyinggung insiden 28 Agustus 2025 lalu, yang sempat membuat Bandung menjadi pusat perhatian nasional akibat munculnya kelompok radikal dan terjadinya pembakaran beberapa fasilitas umum. Peristiwa itu, kata Farhan, menjadi alarm penting bahwa kesiapsiagaan masyarakat harus terus ditingkatkan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Sistem siskamling yang digalakkan kembali adalah bentuk nyata keterlibatan warga. Inilah semangat warga jaga warga yang harus terus kita rawat,” tegasnya.
Farhan menambahkan, pihaknya akan terus mendorong FKDM untuk menjadi mitra utama pemerintah dalam menyaring informasi di lapangan dan memberikan rekomendasi yang konkret terkait upaya preventif keamanan kota.
Pelantikan ini juga dihadiri unsur Forkopimda, Kesbangpol, OPD, Camat, dan tokoh masyarakat. Dengan kepengurusan baru, FKDM Kota Bandung diharapkan mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan berintegritas, demi terwujudnya Bandung yang aman, tenteram, dan sejahtera. @ihda












