BRIN Matangkan Persiapan The 3rd Space Economy Leaders Meeting

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Penyelenggaraan persiapan Troika Meeting dari kegiatan The 3rd Space Economy Leaders Meeting dilaksanakan secara daring, Selasa (22/03). Kegiatan The 3rd Space Economy Leaders Meeting akan diselenggarakan pada 11-12 Juli 2022 di Jakarta.

Pertemuan persiapan ini dihadiri oleh Italian Space Agency (ASI) sebagai tuan rumah penyelenggara The 2nd Space Economy Leaders Meeting Tahun 2021, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai tuan rumah penyelenggara pada tahun ini, dan India Space Research Organization (ISRO) sebagai tuan rumah tahun berikutnya.

Ketua Tim Perumus kegiatan The 3rd Space Economy Leaders Meeting 2022, Erna Sri Adiningsih Dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada ASI, ISRO, dan Tim Monitoring dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri serta delegasi BRIN lainnya yang telah berkenan hadir.  Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan the 3rd Space Economy Leaders Meeting.

Ia juga mengapresiasi ASI yang telah sukses menyelenggarakan the 2nd Space Economy Leaders Meeting dengan hasil yang baik untuk masa depan sektor keantariksaan.

“Sebagaimana suksesnya penyelenggaraan the Space Economy Leaders Meeting (Space20) yang kali pertama diinisiasi oleh Saudi Arabian Space Agency dan yang kedua kalinya diselenggarakan oleh Italian Space Agency, selanjutnya Space20 akan diselenggarakan oleh Indonesia dengan mempertimbangkan kemajuan kegiatan keantariksaan pada skala global,” ujar Erna.

“Adapun tema presidensi G20 yang telah diusulkan oleh Pemerintah Indonesia adalah Recover Together, Recover Stronger, maka Indonesia mengusulkan untuk mengangkat isu pentingnya kita memulihkan perekonomian global melalui intensifikasi sektor keantariksaan, industri keantariksaan, pemanfaatan teknologi keantariksaan untuk perekonomian yang berkelanjutan (Space for Digital, Green and Blue Economy),” tambahnya.

Baca Juga :  Jaga Kesehatan Selama Beraktivitas, Anak Muda Perlu Lakukan Hal Ini!

Erna menambahkan, BRIN telah membentuk Sekretariat Indonesian Space Agency atau INASA (Indonesian Space Agency) sebelumnya adalah LAPAN (National Institute of Aeronautics and Space) yang kini telah terintegrasi ke dalam BRIN. Oleh karena itu, INASA secara hukum berada dibawah BRIN dan bertanggung jawab untuk urusan keantariksaan internasional termasuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Space20 di Indonesia.

Kemudian pada sesi Lesson-learned, ASI  menyampaikan pengalamannya dalam menyelenggarakan The 2nd  Space Economy Leaders Meeting 2021 mulai dari persiapan hingga waktu pelaksanaan. ASI juga memaparkan proposal pembentukan dan struktur organisasi space Economy Leaders Advisory Group (SEL-AG) yang diinisiasi oleh ASI. Pelaksanaan pembentukan SEL-AG akan diadakan paralel dengan penyelenggaraan kegiatan The 3rd Space Economy Leaders Meeting 2022 di Jakarta.

Perwakilan ASI, Ms. Nunzia Paradiso mengajukan beberapa pertanyaan pada sesi tanya jawab terkait dengan format kegiatan The 3rd Space Economy Leaders Meeting 2022 apakah dilakukan secara daring, luring, atau hybrid serta kondisi cuaca pada Juli 2022. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Dr.-Ing Wahyudi Hasbi bahwa BRIN sejauh ini telah mempersiapkan dalam format hybrid namun tetap berharap dapat menyelenggarakannya secara tatap muka dengan memperhatikan situasi pandemi yang berlangsung. Disampaikan juga bahwa BRIN telah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan terkait kemungkinan kondisi dan situasi pandemi pada Juli.

“Tidak ada yang dapat memprediksikan keadaan kedepan. Namun Kementerian Kesehatan berharap pada Juli nanti, situasi semakin membaik sehingga BRIN telah menyiapkan pertemuan dilaksanakan sesuai dengan standar protokol Kesehatan yang ada, termasuk dengan skema bubble yang wajib diikuti. Terkait dengan cuaca pada Juli, suhu akan lebih hangat dan tipikal cerah,” ujarnya.

Pada agenda Next Step,  Dr.-Ing. Wahyudi merinci rencana selanjutnya yang dilakukan oleh BRIN yaitu mempersiapkan administrasi persuratan dan perizinan, survey venue penyelenggaraan The 3rd Space Economy Leaders Meeting 2022 dan technical visit, rapat-rapat internal tim dan inter-kementerian, berkomunikasi dengan Space Agencies dan Space Industrials, mengirimkan surat undangan dan informasi peserta kepada para delegasi termasuk didalamnya standar prosedur protokol kesehatan yang wajib diikuti bagi para delegasi yang akan hadir luring dan informasi konsuler.

Baca Juga :  Persiapan Mudik, Wali Kota Bandung: Harus Aman dan Nyaman

Dalam paparannya, Dr.-Ing. Wahyudi juga menyampaikan bahwa tujuan dari penyelenggaraan kegiatan Space20 adalah untuk mendorong kerjasama pemanfaatan teknologi antariksa antar negara G20 guna mewujudkan perekonomian yang serba digital dan berkelanjutan serta tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya (SDGs), dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan industri antariksa, termasuk startup antariksa.

“Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan melalui pendekatan kebijakan dengan memperluas pelaksanaan kerjasama internasional melalui lembaga antariksa untuk memanfaatkan teknologi dan sumber daya antariksa yang telah dimiliki oleh negara-negara G20 dan kemudahan berbisnis untuk melakukan kegiatan komersial keantariksaan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dengan pertimbangan adanya gap kemampuan teknologi antariksa antar negara G20, negara-negara yang telah memiliki misi ilmiah keantariksaan dapat membuka peluang bagi negara anggota lain untuk terlibat dalam misi tersebut. Dengan demikian, poin-poin isu prioritas yang akan dibahas adalah mendorong kerja sama pemanfaatan teknologi antariksa antar negara G20 untuk mewujudkan Space for Digital, Blue and Green Economy.

“Di bidang ekonomi digital, penting untuk mempromosikan kapasitas yang memungkinkan dalam komunikasi satelit melalui kerja sama internasional serta akuisisi langsung dalam pengembangan satelit. Kesinambungan layanan dan aplikasi sistem satelit navigasi global untuk berbagai sektor ekonomi merupakan isu penting lainnya, terutama untuk akurasinya yang perlu ditingkatkan. Seiring dengan meningkatnya ekonomi berbasis kelautan, penggunaan satelit pengamatan bumi untuk Blue Economy perlu diperkuat. Penguatan penggunaan satelit pengamatan bumi dalam mendeteksi jejak karbon juga disoroti untuk mendukung Green Economy melalui kerja sama dan sharing platform serta program pertukaran pakar dalam pemanfaatan keantariksaan,” ungkapnya.

ASI kemudian membagi pengalamannya selama mempersiapan penyelenggaraan kegiatan tahun lalu. Tim BRIN pun telah mendapatkan lesson-learned dari ASI sehingga diharapkan persiapan dapat lebih matang demi kesuksesan penyelenggaraan The 3rd Space Economy Leaders Meeting 2022. @alfa

Baca Juga :  PRAKIRAAN: Cuaca Kota/Kab. Bandung dsk, Rabu (20/10/2021)

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Keragaman Anggrek dan Potensi Pemanfaatan Tumbuhan di Pulau Batanta

Jum Mar 25 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | PURWODADI – Tim kajian dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat yang dikoordinir oleh Reza Saputra berkolaborasi dengan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Destario Metusala telah melaksanakan studi inventarisasi keragaman anggrek dan potensi pemanfaatan keanekaragaman tumbuhan oleh masyarakat adat di Pulau Batanta, […]