VISI.NEWS | BANDUNG – Apakah makanan manis bisa bikin kita bahagia? Jawabannya tidak selalu demikian. Menurut dr. Nadhira Nuraini Afifa, MPH, seorang dokter dan edukator kesehatan, terlalu banyak konsumsi gula justru bisa berdampak negatif pada suasana hati.
Alih-alih merasa lebih segar dan senang, “sugar rush” dari makanan manis bisa berujung pada rasa lelah dan bahkan perasaan murung. Hal ini ia sampaikan dalam acara Guardiancares di Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Bukan hanya soal rasa kenyang atau enak, makanan yang kita konsumsi punya peran penting dalam menjaga kesehatan mental. Asupan seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah sangat membantu menjaga emosi tetap stabil.
Salah satu alasannya adalah keberadaan serotonin, zat kimia otak yang mengatur suasana hati, yang 95%-nya diproduksi di saluran cerna. Saluran cerna ini dilapisi oleh jutaan sel saraf dan sangat dipengaruhi oleh bakteri baik.
Bakteri baik inilah yang membantu tubuh menyerap nutrisi, melindungi usus, dan mengaktifkan jalur komunikasi antara otak dan perut yang turut memengaruhi emosi dan pikiran kita.
Studi menunjukkan bahwa mereka yang menjalani pola makan tradisional seperti diet Mediterania atau Jepang yang tinggi sayuran, buah, ikan, dan rendah makanan olahan—memiliki risiko depresi 25–35% lebih rendah dibanding mereka yang mengadopsi pola makan ala Barat yang tinggi gula dan makanan olahan.
Pola makan yang tidak sehat sejak kecil dapat berdampak pada suasana hati anak. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk membiasakan anak makan makanan bergizi dan menjadi contoh pola makan sehat.
Kesimpulannya, menjaga pola makan bukan hanya untuk tubuh tetap bugar, tapi juga demi kesehatan mental. Jadi, mulai dari sekarang, bijaklah memilih asupan agar mood tetap positif dan hidup terasa lebih ringan.
@ffr