Bulog Jamin Stok Beras Jelang Idul Fitri, Aman

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyu Saleh/Humas BNPB
Jangan Lupa Bagikan

 

visi.News – Perum Bulog memastikan, stok beras di seluruh wilayah Indonesia aman hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, saat pandemi covid-19 diperkirakan masih terjadi.

“Tidak perlu khawatir, bahwa seluruh stok yang ada di seluruh wilayah Indonesia sudah dalam kondisi aman dan tercukupi,” kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyu Saleh, dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan, Perum Bulog, sebagai badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pangan telah memiliki tiga pilar ketahanan pangan.

Pilar  pertama ketersediaan. Melalui pilar ketersediaan ini Perum Bulog tengah melaksanakan proses penyerapan gabah dan beras dari hasil petani.

“Bulan Mei dan Juni ini adalah saat-saat para petani kita sedang berpanen, sehingga Bulog sedang menurunkan timnya untuk melaksanakan penyerapan gabah dan beras,” ujar Wahyu.

Pilar kedua, keterjangkauan. Pada pilar ini Bulog melakukan penyebaran stok, sehingga dapat dipastikan stok terjamin dan mencukupi. Dalam hal ini, Bulog juga melaksanakan operasi pasar dan juga distribusi untuk kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya pilar yang terakhir, stabilisasi harga. Dalam hal ini dilakukan skema penyerapan gabah dan beras dari petani, kemudian dari sisi hilir Bulog juga melaksanakan stabilisasi harga di tingkat konsumen.

Lebih lanjut, Bulog juga meyakini, hal tersebut sudah dilakukan dalam kondisi stabil dan normal meski di tengah terpaan pandemi covid-19.

“Bulog tetap melaksanakan tugas-tugas dari tiga pilar ini,” ujar Wahyu.

Adapun dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi COVID-19, lanjut dia,Perum Bulog juga diminta pemerintah tetap mempertahankan stok cadangan beras pemerintah, sekitar 1 sampai 1,5 juta ton. Melalui apa hal yangsudah dilakukan selama ini, pihaknya beeharap agar penyerapan dapat lebih meningkat.

“Itu yang sedang kami laksanakan, sehingga kami tetap mempertahankan untuk penyerapan gabah dan beras, di mana, saat ini, Bulog masih melakukan penyerapan kurang lebih hampir 15.000 ton per hari, itu kami pertahankan, dan mudah-mudahan puncaknya nanti di Juni kita bisa menyerap sekitar 25 hari,” kata Wahyu.

Menurut data sementara, Bulog memiliki 1,4 juta ton stok beras yang disimpan di gudang di seluruh Indonesia. Lokasinya tersebar di sebagian besar wilayah di Pulau Jawa seperti Jawa Bara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten.

Lokasi dari gudang tersebut juga lebih mendekati pintu distribusi kapal yang utama sehingga pelaksanaan distribusi atau penyebarannya aman.

Selain itu, melalui mekanismenya, Bulog juga memiliki minimum stock requirment, sehingga jumlahnya ada sepertiga dalam gudang, kemudian ada sepertiga dalam perjalanan, baik di laut maupun di darat, kemudian juga ada sepertiga dalam perjalanan yang ada di bidang pengirim.

“Sehingga, kami yakinkan dan pastikan, bahwa sebaran stok pemerintah dalam kondisi aman, dan  Insyallah kami akan akan memasuki panen berikutnya nanti, di bulan September, Agustus-September, sehingga kami yakinkan sampai akhir Desember, kami akan tetap mempertahankan stok yang ada,” katanya.@awn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BAZNAS Salurkan Paket Sembako Untuk Guru Mengaji

Sen Mei 18 , 2020
Jangan Lupa Bagikan Bupati, “Tolak bala dengan zakat, infaq dan shodaqoh” VISI.NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung telah menyalurkan 100 paket sembako bagi para guru mengaji. Di tengah penyebaran wabah penyakit akibat virus corona (covid-19), banyak kalangan terdampak termasuk para guru mengaji. “Peran mereka sangat penting dan […]