‘Bunda Bedas’ Emma Dety Raih Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional

Editor 'Bunda Bedas' Emma Dety Dadang Supriatna raih penghargaan, Rabu (8/11/2023). /visi.news/diskominfo
Silahkan bagikan
  • Berhasil dalam peran dan kepedulian terhadap transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.

VISI.NEWS | JAKARTA – Emma Dety Dadang Supriatna atau akrab disapa ‘Bunda Bedas’ meraih Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia, Rabu (8/11/2023).

Istri Bupati Bandung Dadang Supriatna itu menerima apresiasi khusus dari Kemendikbud Ristek RI atas peran dan kontribusi serta kepedulian yang tinggi dalam mendukung pendidikan anak usia dini di Indonesia melalui “Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan”.

Apresiasi Bunda PAUD Nasional yang diraih Emma Dety merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi terhadap peran penting Bunda PAUD Kabupaten Bandung itu dalam menggerakkan berbagai komponen dan sumber daya yang ada di Kabupaten Bandung dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia.

“Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT atas anugerah luar biasa ini. Saya tidak menyangka mendapat apresiasi ini. Terima kasih kepada Kemendikbud yang telah memberikan apresiasi luar biasa ini,” kata Emma Dety, usai menerima apresiasi, Rabu (8/11/2023).

Emma Dety yang juga menjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung itu berharap melalui gerakan ini dapat menciptakan suasana belajar yang positif dan membekas sebagai kenangan indah bagi anak-anak PAUD.

Ia pun berjanji akan terus berinovasi dan mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan efektif untuk anak-anak usia dini.

“Sehingga ketika masuk ke jenjang SD, anak-anak usia dini dapat terus memiliki suasana belajar yang menyenangkan dan positif,” ujarnya.

Beberapa dukungan dan kebijakan konkret yang dilakukan Bunda Bedas dalam Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan yakni dengan cara menghilangkan tes calistung dalam proses penerimaan peserta didik baru pada pendidikan dasar (SD/MI).

Baca Juga :  Anggota DPR Ingatkan Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 Jangan Diabaikan

Selain itu, Kata Emma Dety, pihaknya juga telah menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu dan menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak yang dibangun secara kontinyu dari PAUD hingga kelas dua pada pendidikan dasar.

“Karena sejatinya, kemampuan fondasi
adalah hak setiap anak. Setiap anak memiliki hak untuk dibina agar mendapatkan kemampuan fondasi yang holistik, bukan hanya kognitif melainkan juga kematangan emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi, dan lainnya,” tutur Bunda PAUD Tingkat Nasional itu.

Di samping itu, kata dia, kemampuan dasar literasi dan numerasi dibangun mulai dari PAUD, namun secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan. Intinya, kata Emma Dety, siap sekolah adalah proses, bukan hasil.

Sebagai informasi, apresiasi Bunda PAUD Nasional adalah sebuah ajang apresiasi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud di Indonesia. Ajang ini bertujuan untuk mengapresiasi peran dan kontribusi para Bunda PAUD dalam mendukung pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Pada ajang Apresiasi Bunda PAUD Nasional ini, Kemendikbud memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Bunda PAUD yang telah berhasil mengawal Gerakan Transisi PAUD ke Sekolah Dasar (SD) dengan cara yang bahagia dan menyenangkan.

Gerakan Transisi PAUD ke SD ini, lanjut Emma Dety, merupakan upaya untuk mempersiapkan anak-anak usia dini dalam menghadapi masa transisi dari PAUD ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

@alfa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Komisi II DPR RI Soroti Beberapa Kasus Pertanahan di Kota Bandung

Rab Nov 8 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik (kunspik) ke Kantor ATR/BPN Kota Bandung pada Selasa (7/11/2023). Salah satu agenda dalam kunjungan ini adalah terkait dengan beberapa kasus sengketa lahan di kawasan tersebut yang melibatkan banyak pihak dan telah berlarut-larut selama beberapa tahun. “Kunjungan spesifik […]