Buntut Demo Ricuh Empat Rute Transjakarta Lumpuh

Editor Ilustrasi. Empat rute Transjakarta berhenti beroperasi sementara imbas demo ricuh./via cnn indonesia/adi ibrahim/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Plt Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas Transjakarta, Angelina Betris menyampaikan empat rute moda transportasi Jakarta (Transjakarta) sementara tak beroperasi imbas unjuk rasa yang berakhir ricuh di depan gedung MPR/DPR, Senin (11/4).

Empat rute tersebut yaitu rute Pinang Ranti – Pluit (Koridor 9), Kebayoran Lama – Jelambar (9E), BKN – Grogol 2 (9A), dan Kalideres – Gelora Bung Karno (3F).

“Transjakarta akan menyampaikan kembali perkembangan kedua layanan tersebut,” ujar Betris dalam keterangan resminya, Senin (11/4/2022), seperti dilansir CNN Indonesia.

Ribuan mahasiswa dan kelompok masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, hari ini, Senin (11/4). Belakangan aksi unjuk rasa itu ricuh hingga massa dipukul mundur oleh aparat.

Berdasarkan pantauan, massa yang dibubarkan polisi didominasi oleh pelajar. Mereka melempar batu ke arah pagar DPR beberapa saat setelah bergabung dengan massa mahasiswa.

Lemparan itu pun dibalas tembakan gas air mata. Polisi juga menyemprotkan air dari mobil water cannon ke arah pelajar.

Terpantau seorang polisi terluka setelah mengejar massa. Beberapa pelajar juga diamankan oleh aparat.

Saat kericuhan terjadi, massa mahasiswa sudah tak terlihat di sekitar lokasi.

Sementara itu, ratusan mahasiswa aksi yang melakukan unjuk rasa menolak perpanjangan masa jabatan presiden Joko Widodo di kawasan Patung Kuda Arjuna atau Monas, Jakarta Pusat berangsur bubar sebelum hujan turun pada Senin, (11/4) sore.

Mulanya, massa dari Universitas Bung Karno menarik diri meninggalkan arena demo. Setelah itu, puluhan mahasiswa dengan komando yang berbeda menyusul meninggalkan kawasan Patung Kuda. Massa emak-emak yang mengaku pecinta Habib Bahar kemudian ikut membubarkan diri.

Baca Juga :  Iran Eksekusi 2 Pria yang Dituduh Bunuh Pasukan Keamanan di Tengah Maraknya Demo

Meski area Patung Kuda cukup lengang, puluhan mahasiswa aksi dari Universitas Ibnu Khaldun merapat ke Patung akuda dan menyampaikan beberapa tuntutan. Meski diguyur hujan dan diminta polisi untuk bubar, mereka tetap bertaham dan menyampaikan tuntutan.

Sementara itu, ratusan aparat masih berjaga di kawasan Monas. Menjelang magrib, polisi masih menutup Jalan Medan Merdeka Barat dengan kawat berduri. Mobil lapis baja dan barikade juga masih disiagakan.

Sebelumnya, sejumlah remaja dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang hendak mengikuti aksi penolakan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo.

Puluhan remaja itu kemudain diangkut dan digeledah di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Berdasarkan pantauan, jumlah remaja itu mencapai sekitar 60 orang.

Sementara itu, unjuk rasa yang digelar di kompleks DPR-MPR berujung ricuh. Pelajar SMK atau STM melempar batu ke arah polisi. Aparat lantas menembakkan gas air mata dan water cannon.

Kericuhan terus bergeser ke beberapa titik hingga Slipi. Polisi juga mengejar massa ke arah Petamburan. Sebelumnya, Polda Metro Jaya menerjunkan 6.826 personel untuk mengamankan demonstrasi di Jakarta hari ini. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Demo 11 April Bubar Lalu Lintas Kembali Normal, Polisi Pastikan Tangani Pengeroyok Ade Armando

Sen Apr 11 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Demo mahasiswa 11 April menolak penundaan Pemilu 2024 selesai. Massa aksi telah membubarkan diri dari depan Gedung DPR/MPR. Melansir pantauan merdeka.com, Senin (11/4) pukul 17.00 WIB, akses jalan arteri dari Jalan Gatot Subroto menuju Grogol dan arah sebaliknya, telah dibuka polisi. Ruas tol Dalam Kota […]