Buntut Kematian Mahasiswa UNS Semua UKM Berisiko Dievaluasi Total

Editor :
Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ahmad Yunus, didampingi Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Sutanto, memberikan keterangan tentang meninggalnya mahasiswa baru Gilang Endi Saputra. /visi.news/tok suwarto

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo akan melakukan evaluasi total terhadap semua unit kegiatan mahasiswa (UKM), khususnya Korps Mahasiswa Siaga yang biasa dikenal sebagai Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon (Yon) 905, menyusul meninggalnya seorang mahasiswa baru, Gilang Endi Saputra (21), asal Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, saat mengikuti latihan dan pendidikan dasar (Diklatsar) Gladi Patria.

Wakil Rektor UNS bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ahmad Yunus, didampingi Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Sutanto, menyampaikan kebijakan tersebut kepada wartawan, dalam jumpa pers di kantor pusat gedung “dr. Prakosa”, Selasa (26/10/2021).
“Semua unit kegiatan yang berisiko, seperti pecinta alam dan Korps Mahasiswa Siaga sementara dihentikan. Khusus kegiatan Korps Menwa akan dievaluasi total menyeluruh, karena UKM tersebut merupakan bela negara. Kegiatan Menwa itu di kampus, bukan seperti kegiatan di lingkungan militer,” ujar Prof. Yunus.

Menurut wakil rektor itu, masalah meninggalnya mahasiswa program D-4 jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK), Gilang Endi Saputra, yang merupakan salah satu peserta dari 12 orang mahasiswa baru, kini ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Pihak UNS menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada kepolisian, termasuk utopsi yang dilakukan dokter forensik RSUD Dr. Moewardi bersama Kedokteran Forensik Polda Jateng.
“Untuk mengetahui kepastian penyebab kematian, apakah karena kecelakaan atau ada unsur kekerasan, UNS menunggu hasil utopsi dari Polda Jateng,” sambungnya.

Menyinggung langkah-langkah yang ditempuh UNS, Prof. Yunus, mengungkapkan, pihaknya bersama kepolisian dan pihak-pihak terkait melakukan seluruh proses dari pengurusan jenazah, penyerahan kepada keluarga, serta terlibat dalam proses utopsi dan pemakaman.
“UNS bersama kepolisian sudah mengantar jenazah ke keluarga. Jenazah Gilang, Senin (25/10/2021) kemarin sudah dimakamkan di makam keluarga setelah proses diutopsi, kami hantarkan bersama pendamping Menwa dan para mahasiswa,” jelasnya.

Baca Juga :  Tidak Konvoi! Begitulah Permintaan Kapolresta Kepada Pendukung Paslon yang Menang Pilkada Kabupaten Bandung

Prof. Yunus, menyatakan, pihaknya juga sempat berbicara dengan Gunardi, ayah Gilang, tentang musibah yang dialami mahasiswa angkatan 2021 tersebut. Di depan pimpinan UNS tersebut, orang tua Gilang mengatakan bisa menerima kematian anaknya.
Kebijakan lain terkait meninggalnya mahasiswa dalam kegiatan kampus, Prof. Yunus memastikan, UNS akan memenuhi hak-haknya sebagai mahasiswa yang meninggal dalam aktivitas akademik.

Menanggapi spekulasi penyebab kematian Gilang, Prof. Yunus, menegaskan, dia sempat minta izin kepada keluarga melihat jenazah sebelum dimakamkan. Menurut dia, kondisi jenazah secara fisik tidak ada tanda-tanda seperti berdarah atau yang lain.
“Saya melihat, pada kedua mata jenazah Gilang ditutup semacam ramuan yang saya tidak ramuan apa,” ujarnya lagi.

Dr. Sutanto, menambahkan, pihaknya juga terlibat dalam mengumpulkan informasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama pihak kepolisian. Semua lokasi latihan di dalam kampus maupun luar kampus, termasuk di lokasi jembatan Jurug tepi Bengawan Solo, juga ditelusuri dalam olah TKP.
Selain itu, sebanyak 21 orang panitia latihan diminta keterangan polisi. Saat ini, markas Menwa sementara ditutup,” tutur Sutanto.

Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS itu, selintas mengungkapkan kronologi sebelum meninggalnya Gilang.
Mengutip keterangan panitia pelatihan, almarhum sempat mengeluh kaki kram pada 23 Oktober 2021, sehingga panitia memberikan pendampingan.

Kemudian, saat mengikuti latihan di jembatan Jurug, almarhum juga sempat mengeluh sakit punggung dikompres. Saat ini, alat kompres dan peralatan lain sebagai barang bukti dibawa polisi.
Selain itu, sebelum menghembuskan nafas terakhir sewaktu dalam perjalanan ke RSUD. Dr. Moewardi, almarhum Gilang yang dalam keadaan tidak sadar juga sempat mengigau.

Akibat meninggalnya mahasiswa tersebut, sambung Sutanto, UNS akan merunut siapapun jika terjadi tindak kekerasan. Disamping itu, UNS juga akan memberikan pendampingan hukum baik, termasuk kepada Menwa dan panitia pelatihan.@tok

Baca Juga :  Petugas Ringkus Pelaku Penipuan dan Penggelapan Spesialis Ranmor

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sekda Minta Mojang Jajaka Bantu Pemulihan Ekonomi

Rab Okt 27 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS | SOREANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Cakra Amiyana meminta Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Bandung, sebagai generasi muda yang berprestasi, ikut berperan dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan sekda usai membuka acara Karantina Pasanggiri Moka Kabupaten Bandung 2021 di Grand Sunshine Hotel, Soreang, Selasa […]