Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelap, Sejoli Sekantor Jadi Tersangka

Satreskrim Polres Tasikmalaya melakukan konferensi pers terkait pembunuhan bayi./visi.news/ayi kuresin
Jangan Lupa Bagikan

– “Pacar AN yaitu KA tidak mau bertanggung jawab, hingga menyuruh bayi di dalam kandungan AN agar digugurkan dan dikubur atau dibuang ke sungai.”

VISI.NEWS – Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, menetapkan AN (20) warga Kampung Parungponteng dan KA (20) warga Kampung Nagog, Desa/Kecamatan Parungponteng sebagai tersangka atas perbuatannya melakukan pembunuhan terhadap seorang bayi laki laki, hasil hubungan gelapnya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo de Cuellar kepada wartawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya terbukti berencana untuk mengugurkan bayi dalam kandungan.

Sebelumnya, AN yang juga karyawan di Kantor Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Salopa, melahirkan seorang bayi laki-laki di kamar kecil (toilet) kantor tempatnya bekerja. Proses melahirkannya terjadi Selasa ( 14/7) pkl. 10.00 WIB.

“Bayi tersebut diletakkan di lantai hingga tak bergerak,” ungkap Kasat Uus.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan pacarnya AN, jelas Uus, mengarah kepada KA yang juga bekerja di kantor yang sama.

Siswo menjelaskan, pacar AN yaitu KA tidak mau bertanggug jawab atas perbuatannya, hingga menyuruh bayi di dalam kandungan AN agar digugurkan dan dikubur atau dibuang ke sungai.

“KA menyuruh buang mayat bayi yang sudah meninggal ke sungai. Namun, AN malah menguburnya di lahan perkebunan yang jaraknya tak jauh dari tempat tinggal tempatnya bekerja,” tuturnya Siswo.

Dikatakankannya, kedua tersangka itu kini telah di tahan untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya itu.

Sebelumnya tersiar kabar, seorang pemburu tupai memergoki seekor anjing tengah memangsa makananan yang diduga mayat manusia.

Setelah diamati, ternyata benar yang dimangsa hewan peliharaan tersebut ternyata mayat seorang bayi dan kondisinya sudah tercabik-cabik. Bahkan sebagian anggota tubuhnya hilang.

Belakangan diketahui pemburu tupai tersebut bernama Rahman. Ia pun memberikan informasi penemuan itu kepada warga yang sedang beraktivitas di sawah, bernama Eem.

“Penemuan mayat bayi laki-laki itu kondisinya ada luka di bagian kepala, luka punggung, kedua tangan hilang,” jelas Siswo.

Atas perbuatannya itu, ungkap Kasat Teskrim, kedua tersangka di jerat 341 Jo 55 ayat 1 ke 2 KUHPidana atau pasal 181 Jo 55 ayat 1 ke 2 KUHPidana UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.@akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kaca Mobil Dipecah, Uang Rp 30 Juta Milik Petugas Puskesmas Tasikmalaya Raib

Rab Jul 22 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Kejahatan dengan modus memecahkan kaca mobil, kembali terjadi. Kali ini di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Uang Rp 30 juta milik seorang petugas puskesmas di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, raib diembat maling. Modusnya, pelaku memecahkan kaca mobil milik korban dan mengambil uang yang disimpan di dalamnya. […]