Bupati Bandung Terpilih Jawab Pesan GNPK RI

Editor :
Bupati Bandung Terpilih Periode 2021-2026, H. Dadang Supriatna./visi.news/yusup supriatna

Silahkan bagikan

“Terkait adanya oknum birokrat yang korupsi, ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku dan secara peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

 

VISI.NEWS – Bupati Bandung terpilih periode 2021-2026, H. Dadang Supriatna, menjawab pesan dari Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Jawa Barat.

Pesan yang disampaikan langsung oleh Ketua GNPK RI Jawa Barat, H. Nana Supriatna Hadiwinata pada acara ‘Tasyakur Binikmah’ 2 Tahun VISI.NEWS di Graha Wirakarya, Ciparay itu, berisi pernyataan bahwa pihaknya akan terus melakukan pergerakan dengan melakukan sosial kontrol terhadap kinerja positif bagi penyelenggara negara dan pelaku pembangunan lainnya. Hal ini merupakan bentuk kontribusi GNPK RI, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung yang nanti dipimpin oleh H.M. Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan.

Baca Juga 

Diberitakan sebelumnya, GNPK RI Jawa Barat Sampaikan Pesan Khusus Kepada Bupati Terpilih

Menanggapi pesan tersebut, H.M. Dadang Supriatna berpendapat bahwa hal itu sudah ada aturan perundang-undangannya.

“Kita sepakat bahwa kita harus bersih dari KKN. Insyaa Allah kita lakukan beberapa hal bagaimana untuk bisa lari cepat dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Bandung,” jelas Kang DS, sapaan akrabnya, kepada VISI.NEWS, usai silaturahmi dengan warga Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/12/2020) malam.

“Terkait adanya oknum birokrat yang korupsi, ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku dan secara peraturan perundang-undangan,” tegasnya.@yus

Baca Juga :  Menteri PUPR Mencari "Roh Kebudayaan" di Taman Balekambang

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemberian Nama RSUD Kab. Bandung Masih Jadi Polemik

Sab Des 26 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Pemberian nama RSUD Kab. Bandung masih jadi polemik dari 600 orang peserta yang mengusulkan nama baru RSUD yang ada di Kab. Bandung, ada yang mengusulkan nama tokoh kesehatan kelahiran Majalaya yakni dr. Mas Abdul Patah. Usulan itu ditolak juri yang lebih memilih nama tokoh yang sudah digunakan […]