Bupati Bandung, “UMKM Harus Bisa Berdaya Saing Secara Global”

Editor :
Bupati Bandung Dadang M. Naser pada acara Deklarasi Forum UMKM Nusantara (FUN) dan Program Legalitas Massal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung Tahun 2020 di Bale Sawala Soreang, Senin (30/11/2020). /visi.news/ist

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menginginkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bandung, mampu meningkatkan kualitas sehingga bisa berdaya saing di tingkat global.

Hal itu diungkapkan bupati, saat memberikan arahan dalam acara Deklarasi Forum UMKM Nusantara (FUN) dan Program Legalitas Massal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung Tahun 2020 di Bale Sawala Soreang, Senin (30/11/2020).

“Dari UMKM harus meningkat jadi UKM, terus meningkat jadi IKM (Industri Kecil dan Menengah). Secara bertahap bagaimana para pelaku usaha mampu meningkatkan manajemen usaha, bisa membantu para pelaku usaha lain di bawahnya untuk maju. Saya ingin ada produk kita yang bisa mendunia, dikenal dan bersaing secara global. Dan itu bukan hal yang mustahil jika manajemen usahanya bagus,” ucap Bupati Dadang Naser.

Ia mengambil contoh negara Korea Selatan, di mana dalam diri warganya, pantang membeli produk luar selama di dalam negeri diproduksi. Untuk mendorong ke arah itu, kualitas produk maupun jasa yang ditawarkan harus benar-benar konsisten.

“FUN punya tugas, bagaimana mendorong UMKM lokal bisa berperan di tingkat global. Lakukan pameran-pameran internasional, baik secara virtual maupun konvensional di pasar dunia yang tentunya ke depan akan sangat terbuka. Produk maupun jasa yang dihadirkan, harus berkualitas internasional, tidak asal jadi dan dijaga konsistensinya,” imbuh bupati.

Untuk mendorong majunya UMKM secara merata, lebih jauh Dadang Naser menuturkan, upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk koperasi. Selama ini koperasi jarang berdiri tegak, karena anggotanya punya usaha mandiri.

“Seharusnya koperasi itu beranggotakan para pelaku UMKM. Punya kualitas untuk saling menunjang, sauyunan Sabilulungan, saling dorong dan bantu antar anggota. Supaya semuanya bergerak maju, ada kesamaan derajat. Koperasi jangan hanya bergerak di simpan pinjam, nanti kebanyakan yang pinjam daripada yang simpannya,” tutur dia.

Menurutnya, untuk maju koperasi harus silih asah, asih, asuh. Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. “Itu yang dapat menguatkan perekonomian kita. UMKM yang sejenis, bentuk koperasi. Penyalurannya lebih baik bersama-sama daripada persaingan antar pelaku usaha,” pungkas Dadang Naser.@mpa

visiadmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bank-bank di Asean, Jepang dan Korsel Masih Perlu Diakselerasi

Sel Des 1 , 2020
Silahkan bagikan Laporan WWF ke-4 menilai kinerja integrasi aspek lingkungan, sosial dan tata kelola (LST)/ keuangan berkelanjutan terhadap 38 bank di ASEAN, Jepang dan Korea Selatan. 75% bank di ASEAN mengalami perkembangan yang signifikan.walau pun begitu harus meningkatkan ambisinya untuk menghadapi tantangan global. Bank-bank Korea Selatan memiliki skor yang serupa […]