Bupati Mengaku Tak Bisa Berbuat Banyak Hari Terakhir Pelaksanaan PSBB di Garut, Pengkolan Seperti Kawasan CFD

Suasana di kawasan Pengkolan yang menjadi pusat perbelanjaan. Warga menilai pelaksanaan PSBB di Garut sama sekali tak berdampak karena kerumunan massa masih terjadi sehingga mereka menilai PSBB di Garut serasa CFD./visi.news/zaahwan aries.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Garut dinilai sama sekali tak berpegaruh. Hal ini ditandai dengan tetap berjubelnya masyarakat di kawasan pusat perbelanjaan wilayah perkotaan Garut yang cenderung lebih mirip kawasan car free day (CFD).

Warga menilai, penerapan PSBB di Garut sama sekali tak berpengaruh terhadap pelaksanaan soscial dan physical distancing.

Selama PSBB diterapkan, terutama hari terakhir pelaksanan PSBB, suasana di wilayah perkotaan malah cenderung menjadi pusat keramaian yang dilegalkan pemerintah.

“Kendaraan memang tak boleh masuk ke wilayah pusat perbelanjaan, tetapi orang bebas berkeliaran bahkan berkerumun,” komentar Ogi (38), warga Karangpawitan, saat ditemui di kawasan Pengkolan Garut Kota, Selasa (19/5).

Meski menuju kawasan pusat perbelanjaan seluruh aksesnya bagi kendaraan ditutup, siapa pun bebas masuk ke wilayah itu tanpa menggunakan kendaraan sehingga apa bedanya dengan CFD.

Di tempat lain kesemerawutan terjadi di Jalan Ahmad Yani akibat terasedianya lapak parkir, mulai perempatan Jalan Pramuka dan Dewi Sartika sampai depan BJB.

Demikian pula sepanjang Jalan Veteran, Jalan Kiansantang, serta Jalan Ahmad Yani mulai perempatan Asia hingga Bunderan Suci.

Komentar Rima (28), warga Kecamatan Bayongbong yang terpaksa datang ke Pengkolan karena adiknya memaksa minta diantar. Padahal sejak mendengar kabar kondisi Pengkolan selalu dipadati pengunjung, Rima sudah enggan untuk datang.

“Kalau saja tidak dipaksa adik untuk mengantar, males sekali datang ke sini. Apalagi saya mendengar informasi kondisi di Pengkolan yang sangat banyak pengunjung,” kata Rima.

Menanggapi hal itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah terjadinya kerumunan massa di kawasan Pengkolan.

Saat ini, kata Bupati, warga lebih memilih real untuk berdesakan di Pengkolan demi dapat membeli baju baru buat lebaran ketimbang tetap berada di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kawasan Pengkolan dan sejumlah pasar di Garut memang sangat ramai dan tak bisa terkendali meski kita telah menerapkan PSBB, ” ujar Rudy.

Namun demikian Rudy menandaskan, pihaknya tidak akan memperpanjang pelaksanaan PSBB di Garut meskipun di sisi lain warga belum sepenuhnya mematuhi social dan physical distancing. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ridwan Kamil Ajak Bobotoh Lawan Covid-19, Persib Bandung Sumbang Ventilator,

Rab Mei 20 , 2020
Jangan Lupa BagikanVisi.News -Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar menerima bantuan dari PT Persib Bandung Bermartabat berupa satu unit ventilator, 2.500 hazmat suit, dan 50 ribu masker. Bantuan diterima¬† Gubernur Jabar sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, kemarin. “Hari ini sangat […]