Search
Close this search box.

Bupati Segera Realisasikan Insentif Guru Ngaji

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna (kanan) menyalami para tokoh agama dirumah jabatan bupati, baru baru ini./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS – Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna dalam waktu dekat segera merealisasikan dan me-launching program insentif bagi para guru ngaji, ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Bandung. Insentif tersebut anggarannya sebesar Rp 100 miliar per tahun telah dipersiapkan.

Menurut Bupati pihaknya tengah memperjuangkan agar anggaran tersebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

Angka sebesar itu sangat pantas diberikan kepada mereka yang selama ini ikhlas mewakafkan hidupnya untuk mengajarkan ilmu agama di lingkungannya masing-masing.

“Kita tetap berkomitmen untuk memberikan apresiasi dan perhatian khusus pada mereka insan-insan mulia yang berjasa bagi daerah ini. Mereka pahlawan sejati yang tidak tersorot lampu kamera berita. Saat ini kami tengah melakukan pendataan guru ngaji se-Kabupaten Bandung sebagai langkah awal persiapan untuk dijadikan rujukan dan dimasukkan dalam RPJMD Bandung Bedas,” kata Kang DS sapaan Dadang Supriatna ini melalui keterangan resmi kepada wartawan, Senin (24/5).

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mengakui saat ini kesejahteraan para guru ngaji yang jumlahnya lebih dari 16 ribu orang itu kurang diperhatikan oleh pemerintah. Pemkab Bandung dibawah kepemimpinannya sangat berkepentingan memperhatikan kesejahteraan para ustadz dan ustadzah. Mereka tanpa pamrih mendidik putra-putri kita di pengajian, tapi kadang kita sering lupa tidak memperhatikan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungannya, para guru ngaji dan ustadz serta ustadzah di Kabupaten Bandung setidaknya bisa memperoleh insentif sebesar Rp500 ribu per bulan include fasilitas BPJS gratis untuk 4 orang per keluarga.

Menurutnya, program tersebut sangat rasional dan sangat mungkin untuk diwujudkan. Sebab, kata dia, pihaknya telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut dan disesuaikan dengan kemampuan APBD Kabupaten Bandung.

“Kami telah hitung, anggarannya sangat mencukupi. Kami sangat prihatin ketika misalnya para ustadz ini sakit. Rata-rata mereka tidak punya BPJS. Apalagi insentifnya juga sangat kecil. Insya Allah kami akan tingkatkan menjadi Rp 500 ribu per bulan,”pungkas bupati. @pih

Baca Berita Menarik Lainnya :