Cabuli Bocah 6 Tahun, Seorang Kakek Dilaporkan ke Polisi

Seorang ibu beserta anaknya saat mendatangi Polres Tasikmalaya untuk melaporkan kakek berusia 63 tahun yang telah mencabuli anaknya/visi.news/ayi kuraesin
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Seorang ibu dengan didampingi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Kabupaten Tasikmalaya melaporkan seorang kakek yang merupakan tetangganya sendiri ke Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (2/9) sore.

Kakek berinisial H usia 63 tahun itu diduga telah mencabuli anak di bawah umur hingga korban mengeluh kesakitan dan mengeluarkan darah dari kemaluannya.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan kejadiannya 4 Agustus lalu di Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Saat itu anak dari pasangan suami istri berinisial AS dan LM yang berusia 6 tahun diketahui mengalami pendarahan hebat di bagian kelaminnya selama empat hari.

Korban langsung dibawa kedua orang tuanya ke dokter untuk pemeriksaan medis. Saat itu korban dinyatakan mengalami luka hebat di bagian kelaminnya yang diakibatkan benda.

Kedua orang tuanya lantas menanyakan kepada anaknya apa yang sudah terjadi. Dengan polos korban menceritakan apa yang dialaminya oleh si kakek H.

Saat itu sang kakek membujuk korban dan diberi makanan. Kemudian korban dibawa ke salah satu saung di tengah sawah yang tidak jauh dari rumahnya. Saat itulah, kakek bejat itu membujuk korban untuk membuka bajunya. Selanjutnya, sang kakek memasukan jari tangannya ke kemaluan korban. Tidak hanya itu, pelaku juga menyuruh korban untuk nungging dan memasukkan lidi ke kemaluannya.

“Saat tiba di rumah, korban di suruh mandi oleh ibunya. Namun saat itu sang ibu kaget, ketika melihat banyak darah di celana korban. Awalnya, sang ibu mengira jatuh saat bermain. Namun, setelah diselidiki merasa ada kejanggalan yang terjadi pada korban,” ucapnya.

Menurutnya, kecurigaan orang tua semakin kuat ketika korban terus mengeluhkan rasa sakit di bagian kemaluannya dan terus mengeluarkan darah. Hingga akhirnya orang tua membawa korban ke dokter dan diketahui bahwa luka yang dialami korban tidak wajar.

Keterkejutan dan emosi orang tua terjadi ketika korban menceritakan apa yang dialaminya dan pelakunya. Namun saat itu kedua orang tua tetap berusaha tenang dan tidak cerita kepada siapa pun karena khawatir aib tersebut menyebar.

Pihak keluarga lebih memilih diselesaikan kekeluargaan karena merasa malu atas aib tersebut. Namun rupanya, tidak ada itikad baik dari pelaku. Hingga akhirnya, pihak keluarga merasa kesal dan kecewa serta melaporkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya.

“Keluarga juga meminta pendamping ke KPAID termasuk ketika melapor ke polisi,” tuturnya.

Dikatakan Ato, langkah selanjutnya KPAID Kabupaten Tasikmalaya akan mendampingi keluarga korban dan membawa anak tersebut diperiksa kesehatannya. Selain itu korban akan dilakukan hypnoterapi karena kondisi psikis jiwa korban masih trauma, ungkapnya.

Sementara itu ibu kandung korban, LM mengaku sangat sakit hati atas perilaku bejat H terhadap anaknya. Pelaku sendiri merupakan tetangga yang sehari-harinya numpang makan dan sering datang ke rumahnya. Namun, tidak menduga jika pelaku yang sudah lama hidup sendiri karena dtinggal cerai oleh istrinya memiliki perilaku bejat.

“Sejak kejadian anak saya awalnya tidak mau mengaku telah menjadi korban pelecehan. Namun setelah ditakut-takuti akan keluar cacing dari kemaluannya, akhinya mau mengaku,” ucapnya.

Menurutnya, anaknya mengaku apa yang terjadi oleh pelaku. Saat mendengar pengakuan itu, dirinya langsung lemas dan melaporkan ke suami.

Awalnya akan diselesaikan secara kekeluargaan, namun pelaku tidak punya itikad baik, akhirnya kasus asusila ini dilaporkan ke KPAID dan polisi.

“Telah dilaporkan ke polisi, termasuk bukti-bukti surat pernyataan pengakuan yang ditulis langsung di hadapan tokoh warga oleh pelaku diserahkan ke polisi. Saya ingin pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya,” ungkapnya. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Di Pilkada 2020, KNPI Indramayu Bersikap Netral

Kam Sep 3 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Pada perhelatan Pilkada 2020, Pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Indramayu bersikap netral. KNPI memposisikan netral karena di dalam komponen/pengurus KNPI banyak sekali berisikan orang-orang dari beragam organisasi kepemudaan yang ada di Kota Mangga ini. “Dalam Pilkada Indramayu, kami bersikap netral,” kata Ketua DPD […]