VISI.NEWS | BALEENDAH – Pada hari ini, Sabtu (6/4/2024), MWC NU Baleendah menggelar kegiatan santunan untuk anak yatim dan kaum dhuafa, yang diselenggarakan dalam momentum Ramadan.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Bandung KH Agus Ahmad Qustulany, Camat Baleendah Eep Syarif Hidayatullah, Kapolsek Baleendah Mayor Tedi Rusmwan, Lurah Jelekong, para tokoh masyarakat dan jemaah nahdliyin.
Dalam sambutannya, Camat Baleendah, Eep Syarif Hidayatullah, menyampaikan “succes story” bupati. Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh MWC NU sangat mendukung kinerja bupati yang berasal dari NU itu. Ia mengungkapkan kemampuan inovatif Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna, yang telah mengimplementasikan 90,8% dari 13 programnya dalam waktu 5 tahun, yang seharusnya baru 2 tahun 11 bulan. “Salah satu program unggulan adalah program guru ngaji, dengan 1.090 orang menerima manfaatnya, menjadikannya penerima program terbesar di Kabupaten Bandung,” ujar Eep.
Program lainnya, kata Eep, Kartu Tani Bedas menjadi instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas petani di Baleendah, sementara upaya untuk menghindari pinjaman online ilegal (pinjol) dan promosi bank emok tengah diupayakan melalui program pinjaman bergulir tanpa bunga. “Program ini sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh warga Kecamatan Baleendah,” tandasnya.
Pembangunan infrastruktur juga, lanjut Eep menjadi fokus, dengan penambahan dua sekolah menengah pertama di Manggahang dan Rancamanyar serta pembangunan Jembatan Gantung senilai Rp. 7 miliar untuk mengatasi masalah kemacetan di Baleendah.
“Tiga tahun terakhir inu juga kota telah melihat pembangunan lima rumah sakit di Kabupaten Bandung, termasuk di daerah yang sulit dijangkau sebelumnya. Hal ini menjadi tonggak penting dalam penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat,” tandasnya di depan ratusan jemaah nahdliyin.
Pendidikan dan Kesehatan
Sementara Ketua MWC NU Baleendah Ustad Yayan Cahyana Namun, tantangan terbesar NU Baleendah adalah dalam pendidikan dan kesehatan. “Oleh karena itu, kami dari MWC NU Baleendah berharap ke depan bisa menyediakan sarana pendidikan dan fasilitas kesehatan untuk warna NU khususnya, umumnya masyarakat,” ungkapnya.
Ketua panitia kegiatan Ustad Tatang Suhara mengatakan bahwa kegiatan pemberian santunan ini sebagai penyambung para aghnia dengan para anak yatim dan dhuafa.
“Alhamdulillah pada momentun Ramadan ini kita bisa melaksanakan kegiatan santunan untuk anak yatim dan dhuafa semoga ini bisa kita realisasikan nantinya setiap Ramadan. Semoga di momentum Ramadan 1445 Hijriah ini mereka bisa membuat mereka bahagia, bisa mereks tertawa. Mudah-mudahan bisa hablum minallah, bisa hablum minannas, ” ungkapnya.
Terselenggaranya kegiatan ini, kata Tatang, juga berkat peran aghnia yang menjadi donatur pendukung keberhasilan acara ini. “Semoga kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa dalam momentum Ramadan ini,” pungkasnya.
@bambang melga